Home Sulteng

Pemprov Batalkan Mudik Gratis

SELAMAT SAMPAI TUJUAN - Gubernur H Longki Djanggola didampingi sejumlah pejabat melambaikan tangan saat pelepasan mudik gratis di Jalan Sam Ratulangi Palu, pada Juni 2018 lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) membatalkan program mudik gratis yang seyogianya dilaksanakan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno, mengungkapkan pembatalan tersebut menyahuti larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat dan ditindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor: 550/369/Dis.hub Tentang Pengedalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Otomatis batal karena kalau diadakan bertentangan dengan surat edaran bapak gubernur,” ungkap Sumarno, Rabu, 5 Mei 2021.

Dia mengatakan pembukaan pendaftaran mudik gratis yang sempat direncanakan awal Mei 2021 telah dibatalkan. Adapun larangan mudik mulai berlaku 6-17 Mei 2021. Sebelumnya, Sumarno, mengungkapkan pihaknya belum bisa mengambil keputusan karena harus terlebih dahulu menghadap kepada Gubernur H Longki Djanggola.

“Masih ada programannya (mudik gratis), masih tanda tanya, belum dihapuskan, tapi belum ada juga actionnya,” ungkap Sumarno di Palu, Selasa, 20 April 2021.

Status mudik gartis Pemprov Sulteng belum bisa diputuskan karena masih menunggu aturan pelaksanaan teknis terkait larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Dishub Provinsi Sulteng tinggal menunggu petunjuk Gubernur Sulteng.

“Mungkin pekan depan sudah ada keputusan kepastian terkait mudik gratis,” pungkas Sumarno.

Pemprov Sulteng melalui Dishub sempat memprogram mudik gratis 2021 setelah ditiadakan pada 2020 karena mengamati situasi pandemi virus corona (Covid-19) yang mulai menurun di daerah ini. Selain itu, meningkatnya kesadaran dan ketaatan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 menjadi pertimbangan utama.

“Karena kita melihat kondisi Covid-19, terutama juga sudah mulai ada vaksin,” jelas Sumarno.

Saat itu, Sumarno mengatakan belum ditetapkan kuota dan jumlah bus serta tujuan mudik gratis Lebaran Idul Fitri. Penetapannya direncanakan sebulan sebelum hari H Lebaran Idul Fitri.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas