Home Palu

Tak Perlu Impor Hewan Kurban

HEWAN KURBAN - Disbunak Provinsi Sulteng mengimbau masyarakat teliti sebelum membeli hewan ternak sapi atau kambing untuk kurban. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) memastikan stok hewan kurban cukup memenuhi kebutuhan daerah dalam rangka Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji 1442 H pada 20 Juli. Sulteng disebut tidak perlu impor hewan kurban.

“Alhamdulillah, selama ini ketersediaan sapi kita tidak mendatangkan dari luar. Kita ternak lokal masih menyediakan untuk kebutuhan sendiri (daerah),” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disbunak Provinsi Sulteng, Dandy Alfita, Jumat, 11 Juni 2021.

Dia mengatakan Disbunak Provinsi Sulteng bersama Pemkot Palu akan membentuk tim pengawasan hewan kurban dalam waktu dekat. Tim tersebut bertugas akan memeriksa kelayakan dan kesehatan hewan yang dijadikan kurban. Sasarannya tempat-tempat pengumpulan hewan kurban di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

“Kami akan turun satu atau dua minggu sebelum pemotongan ke tempat-tempat pengumpulan hewan kurban,” tandas Dandi.

Kepala Seksi Kesmavet Disbunak Sulteng I Made Suanta melanjutkan sapi menjadi hewan kurban yang paling banyak pemotongannya di Kota Palu. Selain sapi, ada kambing dan domba.

“Kalau yang di Palu (hewan kurban), biasa didatangkan dari kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Data tahun kemarin, ada sekitar 1.000 ekor pemotongan hewan kurban di Palu. Kita prediksi tahun ini (pemotongan) mungkin akan meningkat karena kondisi sudah mulai kondusif,” ucap Suanta.

Diimbau masyarakat teliti sebelum membeli ternak sapi atau kambing untuk dijadikan kurban. Harus dipastikan terlebih dahulu hewan kurban yang akan dibeli dalam keadaan sehat.

Cara untuk memastikan kesehatan hewan kurban yaitu bulu bersih tidak kusam, nafsu makan baik, suhu tubuh normal dan lubang kumlah (mulut, mata, hidung, telingan dan anus) juga harus bersih.

Masyarakat juga harus memastikan hewan kurban tidak dalam kondisi cacat seperti pincang, buta, mengalami kerusakan telinga dan lainnya. Hewan kurban kambing/domba harus cukup umur yakni satu tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sementara sapi/kerbau minimal berumur diatas dua tahun yang juga ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas