Home Pendidikan

Asrama Mahasiswa Sulteng di Jogja Memprihatinkan

BUTUH RENOVASI - Kondisi asrama putra mahasiswa Sulteng di Yogyakarta butuh renovasi. (Foto: Metrosulawesi/ Purnomo Lamala)
  • Atap Bocor dan Kebanjiran, Berharap Pemprov Renovasi

Yogyakarta, Metrosulawesi.id – Asrama Putra Pelajar Mahasiswa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Yogyakarta kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas asrama rusak parah mulai dari kamar mandi, aula, plafon yang ambruk hingga atap yang bocor.

Ketua Asrama Putra Mahasiswa Sulteng Jojakata, Amat mengatakan, sejumlah fasilitas yang rusak dikarenakan usia asrama dihuninya itu sudah cukup tua dan sejak 8 tahun silam tidak pernah direnovasi oleh Pemprov Sulteng.

“Plafon di aula asrama ambruk sudah lama,” terang Amat.

Asrama yang dihuni mahasiswa asal Sulteng itu memiliki 23 kamar, 9 kamar di antaranya tidak lagi tempati oleh mahasiswa dikarenakan atap dan plafonnya rusak parah. “Jendala kamar rusak, kalo hujan bocor kamar, ” ujarnya.

“Kalo hujan deras asrama kebanjiran sampai masuk ke dalam kamar,” tambahnya.

Amat mengaku sempat beberapa kali Bidang Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Sulteng datang berkunjung untuk melihat kondisi asrama dan mereka berjanji akan merenovasi, namun hingga sekarang janji tersebut belum direalisasi.

“Proposal renovasi sudah pernah, namun belum juga ditanggapi. Padahal beberapa kali Anggota DPRD Provinsi berkunjung ke sini,” tukasnya.

“Ada juga pejabat Pemprov datang berkunjung hanya minta tanda-tangan (SPPD) habis itu selesai,” lanjut Amat.

Asrama yang beralamat di Jalan Bintaran Tengah Nomor 8 Kota Jogjakarta itu memang sejak lama tak pernah direnovasi oleh Pemprov Sulteng. Hingga kini para mahasiswa penguhuni asrama itu hanya berharap kepada Gubernur yang terpilih saat ini agar bisa segera merenovasi asrama mereka.

“Biar bagaimana torang ini juga aset,” tandasnya.

Reporter: Purnomo Lamala
Editor: Udin Salim

4 COMMENTS

  1. Sambil menunggu pemprov merenovasi asrama diharapkan tmn2 atau adik2 memperbaiki/menutupi kebocoran atap utk menghindari dampak yg lbh parah.
    Dulu wkt msi sekolah tinggal di asrama sblm direnovasi senior-senior saat itu menutupi kebocoran genteng, dinding yg keropos ditutupi dgn plastik jika tidak maka dampaknya akan lbh luas.

Ayo tulis komentar cerdas