Home Ekonomi

Ekspor Sulteng Naik 22,06 Persen

Dumangar Hutauruk. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat total nilai ekspor Sulteng selama April 2021 senilai US$ 956,58 juta atau naik US$ 172,86 juta (22,06 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.

“Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 948,34 juta dan provinsi lain senilai US$ 8,24 juta,” kata Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk beberapa waktu lalu.

Selama Januari-April 2021, ia mengatakan bahwa total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 3.139,24 juta atau meningkat US$ 793,31 juta (33,82 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 2.345,93 juta.

“Jika dirinci, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 3.109,35 juta dan provinsi lain senilai US$ 29,89 juta,” katanya.

Selama April 2021, ekspor Sulawesi Tengah (melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain) didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja

senilai US$ 838,04 atau 87,61 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 86,40 juta (9,03 persen).

Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 3,00 persen. Selama Januari-April 2021, kelompok besi dan baja mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 2.735,75 juta atau 87,15 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 285,09 juta (9,08 persen).

Sementara itu, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 3,00 persen.

Tiongkok yang merupakan negara tujuan ekspor paling utama selama April 2021 yakni mencapai US$ 499,64 juta atau 52,23 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah.

Kemudian, diikuti Taiwan senilai US$ 223,28 juta (23,34 persen), dan Malaysia senilai US$ 39,15 juta (4,09 persen). Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah 4,00 persen. Selama Januari-April 2021, Pelabuhan Kolonodale mendominasi layanan ekspor senilai US$ 2.741,75 juta atau 87,34 persen dari total nilai ekspor, disusul Luwuk senilai US$ 365,01 juta atau 11,63 persen, dan Pantoloan senilai US$ 2,59 juta atau 0,08 persen. Sementara itu, ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US$ 29,89 juta atau sebesar 0,95 persen.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas