Home Hukum & Kriminal

Terdakwa Syarifuddin H Madjid cs Dituntut 4 Tahun

137
Ir Syarifudin Majid, MSc. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Sidang Korupsi Perencanaan Pembangunan, Pengadaan Tanah Kantor DPRD Morut

Palu, Metrosulawesi.id – Enam terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi perencanaan pembangunan dan pengadaan tanah Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) tahun 2015, dituntut pidana penjara masing masing selama 4 tahun.

Keenam terdakwa yang hadir, yakni: Syarifuddin H.Madjid (Ketua DPRD Morut ), Terhar Lawandi ini( Kabag Adpum) , Guslan Tomboelu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) , Abdul Rifai Bagenda (Lurah Bahoue), Cristoferus Lagarinda (Pejabat Pembuat Komitmen), dan Baso Muchtar.

Tuntutan ke enam terdakwa dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan pada  Pengadilan Negeri  (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa 4 Mei 2021. Selain pidana badan, ke enam terdakwa juga dituntut pidana denda masing masing sebesar Rp 200 juta. Jika denda tidak dibayar maka diganti kurungan selama 3 bulan.

Tuntutan itu dibacakan jaksa Irma SH dan Salmah SH. Sidang ke enam terdakwa dipipim ketua majelis hakim Dr. H. Moh. Djamir. SH. MH, didampingi dua hakim anggota. Dalam amar tuntutan, JPU mengatakan, para terdakwa dijerat dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, karena telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah yang menyebabkan kerugian negara.

“Hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi,” ujar JPU.

Sementara itu, dari ke enam terdakwa hanya dua terdakwa yang dituntut untuk membayar uang pengganti kerugian negara. Kedua terdakwa itu yakni Syarifuddin H Madjid M.Sc, dan Ir Baso Mukhtar. Kedua harus membayar uang pengganti sebesar Rp 2.10 juta lebih. Namun apabila uang penganti tersebut tidak diganti maka seluruh harta bendanya akan disita dan dilelang. Namun jika tidak mencukupi maka terdakwa akan menjalani pidana penjara selama 2 tahun. Sementara itu pantauan Metrosulawesi usai persidangan, terdakwa Syarifuddin Madjid melakukan protes kepada JPU karena tidak mengerti dengan pidana tambahan 2 tahun jika tidak membayar uang pengganti. Walaupun telah diberi pemahaman oleh JPU, tetapi dirinya tetap saja tidak terima.

Reporter: Salam Laabu – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas