LAPORAN - Wakil Banperda DPRD Donggala Ruslan membacakan laporan hasil kerjanya Kamis 6 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Badan Pembentukan Perda (Banperda) DPRD Donggala, Kamis 6 Mei 2021 menyampaikan hasil kerjanya di hadapan paripurna. Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Donggala Sahlan dan dihadiri Bupati Donggala Kasman Lassa.

Wakil Ketua Banperda DPRD Donggala, Ruslan dalam laporan hasil kerjanya mengatakan sejak diamanahkan paripurna pada 19 April, ia bersama tim Banperda telah melakukan pembahasan terhadap dua ranperda yakni Ranperda Nomor 1 tahun 2012 tentang RT RW dan kedua Ranperda Perumda Sakaya Membangun.

“Untuk Ranperda Perubahan Nomor 1 tahun 2012 tentang RTRW telah selesai kami bahas. Sedangkan untuk Ranperda Perumda Sakaya Membangun kami meminta waktu tiga puluh hari ke depan untuk menyelesaikannya,” katanya.

Setelah mendengar laporan Tim Banperda, pimpinan sidang Sahlan mempersilakan anggotanya untuk memberikan tanggapan terkait hasil laporan Banperda.

“Silakan anggota paripurna menanggapi hasil kerja Banperda,” kata Sahlan.

Ketua Komisi I Abu Bakar Aljufri meminta Banperda memberikan gambaran umum hasil yang diubah terhadap Ranperda Nomor 1 Tahun 2012 tentang RT RW.

“Kami meminta penyampaian secara umum saja atau garis besarnya hasil perubahan Perda 1 Tahun 2012 tentang RT RW,”sebutnya.

Sementara itu Ketua Fraksi PKS Abd Rasyid mempertanyakan wilayah Kelurahan Kabonga Besar apakah masuk dalam kawasan tambang. Sebab katanya lagi jangan sampai bersepakat terkait hal tersebut.

“Kita sudah mendengar wilayah Kelurahan Kabonga Besar dijadikan kawasan tambang, tolong dirincikan pasal mengenai hal tersebut, jangan sampai kita bersepakat, karena hal ini telah diketahui publik,” sebut politisi berusia 38 tahun ini.

Ketua Ban perda Muh  Nur tidak memberikan penjelasan secara gamblang atas pertanyaan dua anggota DPRD. Politisi Gerindra ini justru menyuruh membaca dokumen ralat hasil pembahasan Banperda.

“Sudah ada semua itu penjelasannya di dokumen ralat hasil pembahasan Perda Perubahan Nomor 1 tahun 2012 tentang RT RW, silahkan dibaca saja,” jawab adik kandung wakil Bupati ini.

Sementara itu dokumen ralat hasil pembahasan Ranperda Nomor 1 tahun 2012 tentang RT RW yang diperoleh Metrosulawesi tidak memperlihatkan gambaran rinci terkait penekanan Zona Hijau di kawasan tambang yang berada di kelurahan Kabonga Besar Kecamatan  Banawa. Di dokumen setebal 53 halaman itu isinya lebih pada penekanan penataan ruang kabupaten Donggala bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah kabupaten Donggala yang berdaya saing berbasiskan pariwisata, perikanan, dan pertanian dengan mempertimbangakan pembangunan berkelanjutan dan adaptif terhadap bencana.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas