SIDANG KORUPSI - Suasana sidang kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan kantor DPRD Morowali Utara di Pengadilan Tipikor Palu, Senin 15 Februari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)

Palu, Metrosulawesi.id – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan kantor DPRD Morowali Utara (Morut) dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Palu, Senin 15 Februari 2021. Enam terdakwa hadir dalam persidangan itu.

Keenam terdakwa yang hadir, yakni: Syarifuddin H.Madjid (Ketua DPRD Morut ), Terhar Lawandi ini( Kabag Adpum) , Guslan Tomboelu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) , Abdul Rifai Bagenda (Lurah Bahoue), Cristoferus Lagarinda (Pejabat Pembuat Komitmen), dan Baso Muchtar.

Sidang tersebut menghadirkan Ketua Panitia lelang pengadaan barang dan jasa Kabupaten Morut, Amri Junifa sebagai saksi.

“Apakah saksi mengetahui objek lokasi untuk pekerjaan perencanaan Kantor DPRD Morut,” tanya ketua majelis hakim Muhammad Djamir kepada saksi Amri Junifar.

“Saya tidak tahu lahan yang menjadi objek tender untuk pekerjaan perencanaan DPRD Kabupaten Morut tahun 2015,” jawab saksi Amri Junifa.

Amri diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Baso Muchtar (Direktur CV Aditya Cipta Mediajasa) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Cristoferus Lagarinda, terdakwa dugaan korupsi pekerjaan perencanaan kantor DPRD Morut tersebut, rugikan negara Rp250 juta pada persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A/PHI/Tipokor Palu, Senin 15 Februari 2021.

Pertanyaan senada juga sempat ditanyakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Toampo SH MH, apakah saksi melakukan klarifikasi tenaga ahli dan pengecekan perusahaan perencana tersebut, tetapi saksi mengatakan tidak melakukannya.
Mendengar jawaban saksi itu, Handrianus salah satu hakim anggota, mempertegas kembali pertanyaan itu.

“Jadi benar kamu tidak tahu,” tanya Handrianus.

“Kok kamu tidak tahu lokasinya,” tanya hakim lagi.

Saksi Amri Junifa, tidak mampu menjawab pertanyaan itu. Dia hanya bisa terdiam. Amri Junifa sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kasus dugaan Tipikor lainnya.

Selain saksi Amri Junifa dalam persidangan tersebut turut diperiksa saksi lainya: yakni, Guntur, Anli Anwar, Adi Supriadi  (konsultan proyek) dan Asrul Abdulah.

Selain itu turut pula diperiksa Amelia , Sisman dan Robert sebagai saksi bagi terdakwa  Abdul Rifai Bagenda (Lurah Bahoue ), Terhar Lawandi (Kabag Adpum), Guslan Tomboelu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) , Syarifuddin H.Madjid (Ketua DPRD Morut ). Ketiga saksi itu diperiksa sekaitan dengan proses pengadaan tanah untuk pekerjaan perencanaan pembangunan kantor DPRD Morut.

Dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan rumah dinas DPRD Morowali Utara (Morut), seluas sekitar 9.800 M2 Jalan Kuda Laut, Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah 2015 merugikan keuangan Negara Rp210 juta.

Ketua Majelis hakim Dr, H. Muhammad Djamir memerintahkan kepada JPU agar menghadirkan mantan Sekda Yalbert Tulaka dan saksi Bertin (orang kepercayaan terdakwa Syarifuddin Majid). Hal itu berdasarkan keterangan saksi Amelia , Sisman dan Robert , bahwa saat pengukuran pemilik lahan Syarifuddin Majid tidak hadir , hanya mengutus orang kepercayaannya Bertin dan dalam rapat diadakan saat penentuan lokasi pembangunan dipimpin mantan Sekda.

Reporter: Sudirman
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas