Home Hukum & Kriminal

Kasus ITE Yahdi Basma Berlanjut ke MA

KETERANGAN AHLI - Proses sidang lanjutan perkara ITE terdakwa Yahdi Basma, yang diagendakan untuk pemeriksaan ahli. (Foto: Istimewa)
  • JPU dan Terdakwa Sama-sama Ajukan Kasasi

Palu, Metrosulawesi.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan terdakwa Yahdi Basma sama-sama menyatakan kasasi atas putusan banding Pengadilan Tinggi Nomor 42/PID.SUS/2021/PT PAL, yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Palu Nomor 448/Pid.Sus/2020/PN Pal, yakni 10 bulan penjara.

Dalam amar putusan banding yang menguatkan putusan PN Palu, terdakwa Yahdi Basma dihuku  vonis penjara selam 10 bulan, serta pidana denda sebesar Rp300 juta, apabila tidak dibayar maka pidana denda tersebut diganti dengan pidana kurungan atau subsidair 1 bulan.

Yahdi Basma, merupakan terdakwa pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan korban Gubernur Sulteng, Longki Djanggola. Atas putusan PT Palu tersebut terdakwa Yahdi Basma serta JPU kemudian menyatakan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung melalui PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu.

Humas Pengadilan Negeri Kelas 1 A PHI/Tipikor/Palu, Zaufi Amri mengatakan, Nomor akta Kasasi JPU dan Terdakwa sama yakni Nomor 11/Akta.Pid/2021/PN.Pal.

“Hanya membedakan waktu menyatakan kasasi, JPU menyatakan kasasi Senin 3 Mei dan terdakwa Rabu 5 Mei, ” Sebut Zaufi kepada MAL Online Jumat , 7 Mei 2021.

Walaupun kata Zaufi, kedua pihak sudah menyatakan kasasi, keduanya belum memasukan memori kasasi. “Untuk batas waktu memasukan memori kasasi, 14 hari sesudah menyatakan kasasi,” ungkap Zaufi Amri.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa Yahdi Basma menjalani persidangan di PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu. Sidang saat itu dipimpin ketua majelis  hakim Muhammad Djamir SH MH, di dapingi dua hakim anggota. Dipersidangan oleh penuntut umum, terdakwa Yahdi Basma dituntut pidana penjara selam satu tahun serta tuntutan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Tuntutan itu, karena menurut JPU perbuatan terdakwa Yahdi Basma,  telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan “Dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik yang memilikimu atan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik“, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) Jo 45 ayat (3) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selanjutnya oleh majelis hakim juga menyatakan kalau terdakwa Yahdi Basma terbukti bersalah. Kemudian dia divonis 10 bulan penjara denda Rp 300 juta subsidari 1 bulan kurungan. Terhadap proses persidangan di PN Palu itu, terdakwa Yahdi Basma kemudian memohonkan banding ke PT Palu. Hasilnya, PT Palu menguatkan putusan PN Palu. Putusan PT Palu itulah kemudian yang kembali dimohonkan kasasi baik Yahdi Basma maupun Jaksa Penuntut Umum.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas