Home Hukum & Kriminal

Ronny Tanusaputra Praperadilankan Polda Sulteng

10
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
  • Terkait Penetapan Tersangka Kasus Pidana Pembangunan Kantor DPRD Morut

Palu, Metrosulawesi.id – Setelah  tersangka Christian Hadi Chandra yang mempraperadilankan Polda Sulteng dengan hasil permohonan dikabulkan, kini giliran Ronny Tanusaputra yang berperkara praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu.

Masalahnya sama, terkait sah tidaknya penetapan tersangka,dalam kasus dugaan tindak pidana mengenai pekerjaan pembangunan gedung kantor DPRD Kabupaten Morut tersebut.

Permohonan praperadilan Rony Tanusaputra di PN Kelas IA/PHI/ Tipikor Palu, teregister dengan nomor : 7/Pid.Pra/2021/PN Pal, dan Senin, 3 Mei 2021, adalah jadwal sidang perdana dari permohonan praperadilan Ronny Tanusaputra.

Data yang dihimpun Metrosulawesi, agenda  sidang perdana praperadilan Ronny Tanusaputra tidak jadi digelar dan kembali ditunda. Penundaan tersebut dikarenakan pihak termohon praperadilan Polda Sulteng tidak hadir memenuhi panggilan sidang.

“Termohon tidak hadir, sidang tunda Jumat (7/5),” kata Zaufi Amri selaku hakim tunggal yang menyidangkan perkara praperadilan tersebut, juga humas PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu.

Zaufi mengatakan, tidak mengetahui alasan ketidakhadiran termohon, karena memang tidak hadir bahkan termohon tak memberi kabar. Sementara itu, salah satu tim kuasa hukum Ronny Tanusaputra, yakni Yohanes Budiman juga membenarkan kalau sidang permohonan praperadilan seharusnya digelar hari itu, namu sayangnya pihak  Polda Sulteng selaku termohon tidak memenuhi panggilan persidangan tersebut.

“Pihak pengadilan akan menyurat dan memanggil lagi pihak Polda untuk memenuhi panggilan sidang. Sebagai aparat penegak hukum semestinya harus  saling menghargai,” sebut Jhon sapaan akrabnya.

Lanjut Dia mengatakan, diajukannya gugatan praperadilan tersebut terkait sah tidaknya penetapan status tersangka terhadap kliennya Rony Tanusaputra. Sebab menurut hematnya, jika tersangka terdahulu Cristian Hadi Chandra Direktur PT. Multi Konstrindo, penetapan tersangkanya sudah dicabut, mestinya status tersangka terhadap Ronny Tanusaputra juga harus dicabut.

“Sebab satu kesatuan tidak terpisahkan,  kalau tersangka utama sudah dicabut status tersangkanya,  maka siapapun tersangka selanjutnya berlaku sama, ” katanya.

Ironisnya kata Jhon, 28 April pihak termohon Polda Sulteng malah mengeluarkan surat panggilan kepada klienya untuk tahap II penyerahan barang bukti dan tersangka.

“Maka kami mengajukan permohonan kepada kejaksaan Negeri untuk menunda penyerahan barang bukti dan tersangka, sebab pada waktu yang sama klienya menghadapi gugatan praperadilan, meskipun pihak Polda hari ini tidak memenuhi panggilan,” terangnya.

Jhon menambahkan, bila kasus ini dikaji merupakan ranah hukum perdata, sebab berkaitan dengan kontrak. Jadi bukan ranah hukum pidana.

“Olehnya, kami optimis perkara praperadilan ini akan dikabulkan, sebab status penetapan tersangka utamanya sudah dicabut, maka semua berlaku sama dengan lainya,” tutupnya.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas