RESES DI PALU - Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKS Dapil Sulteng, Hj. Sakinah Aljufri (keempat dari kanan), foto bersama di sela acara reses di Aula DPW PKS di Palu, Ahad, 9 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Reses, Sakinah Ingatkan Bahaya Narkoba

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKS Dapil Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Sakinah Aljufri, melakukan kunjungan kerja (reses) di Kota Palu.

Dalam kunjungan reses itu, Sakinah, menyampaikan beberapa hal terkait program kerja di Komisi X, diantaranya: persoalan pendidikan, narkoba, olahraga dan tingkat literasi yang masih sangat rendah.

Kegiatan silaturahmi dengan masyarakat Kota Palu itu, menghadirkan seluruh calon pengurus DPC PKS yang akan dilantik pasca lebaran, dan beberapa pegawai syara masjid di Palu, serta masyarakat yang masih menempati Hunian Sementara (Huntara).

Dalam sambutannya, Sakinah Aljufri, menyingung tentang bahaya narkoba di kalangan generasi penurus bangsa. Kata dia, dari seluruh Indonesia provinsi Sulteng masuk urutan tiga besar dari pada peredaran narkoba.

“Tentunya hal itu sangat menampar muka kita semua, karena daerah kita termasuk wilayah religi dan masyarakat yang betul-betul mayoritas Islam, bahkan saya yakin agama apapun pasti menolak yang namanya narkoba. Maka saya berharap peran para ibu rumah tangga harus maksimal lagi dalam memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai semua sibuk dengan bermain ponsel sehingga pertemuan keluarga itu semakin sulit dan kurang berkualitas,” kata Sakinah, di Aula DPW PKS, Ahad, 9 Mei 2021.

Sakinah juga mengatakan, bahwa pihaknya di komisi X berhasil membawa oleh-oleh kepada masyarakat Sulteng, yakni beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) melalui dana aspirasi, dengan diberikan kepada 14.700 orang.

“Semua beasiswa itu sudah terdistribusi dengan baik, karena ini berkat kerjasama seluruh anggota legislatif (anleg) PKS. Kita berusaha semaksimal mungkin mewujudkan harapan dan impian masyarakat, jangan sampai anaknya tidak mendapatkan fasilitas pendidikan,” ujarnya.

Kemudian kata Sakinah, ada 450 diberikan beasiswa untuk S1 dan program ini juga sudah di distribusikan.

“Insya allah program ini setiap tahun akan terus diperjuangkan, sekarang kita sementara melakukan pendataan untuk PIP dan KIP kuliah,” ungkapnya.

Sakinah mengajak, jangan ada anak-anak hanya terhenti di SMA atau SMK, tetapi harus lanjut ke S1 hingga ke S2, tetap tenang sebab ada KIP kuliah. Sebab negara ini membutuhkan aset, SDM, dan generasi yang mempuni untuk membangun daerah ini.

“Di komisi X juga kami bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tempat wisata di daerah kita tidak tertinggal dengan daerah lain. Saya sudah mengunjungi di daerah kupang, itu disana tidak ada apa-apanya dibanding dengan tempat wisata di Tanjung Karang, tetapi kita belum mengsuarakan bahwa kita punya wilayah atau destinasi yang sangat luar biasa indah untuk dikunjungi,” ujarnya.

Sakinah mengaku, melalui komisi X pihaknya telah menyampaikan langsung kepada pak Menparekraf RI, Sandiaga Uno, bukan dirinya cemburu dengan adanya super prioritas, tetapi agar diberikan keadilan juga kepada daerah yang tertinggal, terpencil, terpingirkan, perlu ada sentuhan.

“Olehnya itu sekarang ada namanya desa wisata, yang ini juga dapat menjadi prioritas pemerintah pusat dalam membangun destinasi wisata di wilayah tersebut. Kita tidak hanya bekerja saja, tetapi harus terus berdoa agar kita diberikan kekuatan iman dan taqwa, agar rahmat allah terkucur kepada daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Selain itu kata Sakinah, di komisi X juga bekerjasama dengan Kemenpora RI, di Sulteng masih sangat banyak bibit-bibit atlet yang kurang terekspose. Olehnya itu kedepan pihaknya bersama PKS akan melakukan kegiatan sehingga kelihatan bibit-bibit atlet yang luar biasa.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas