Home Palu

PTM SD-SMP Kembali Ditunda

11
SIMULASI PTM - Sejumlah siswa pada salah satu SMP di Kota Palu saat mengikuti simulasi PTM secara terbatas, belum lama ini. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palu kembali ditunda. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Palu baru-baru ini.

“Penundaaan itu atas pertimbangan dari pada kasus Covid-19, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDKAI) belum lama ini mengeluarkan edaran dengan belum merekomendasikan PTM dilaksanakan. Selain itu sesuai data surveilance penanganan dan pemantauan penyebaran Covid-19 di Kota Palu mengalami peningkatan, sehingga atas dasar itulah PTM kembali ditunda,” kata Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi, melalui ponselnya, belum lama ini.

Ansyar mengatakan, seharusnya PTM dilaksanakan pada 3 Mei 2021, namun karena kondisi kasus Covid-19 kembali meningkat, maka ditundalah sampai dikeluarkannya kebijakan baru oleh Pemkot Palu.

“Untuk vaksinasi bagi guru yang belum terlaksana karena alasan medis, tetap dilanjutkan sesuai kondisi kesehatan dan jadwal yang telah ditetapkan oleh Puskesmas wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Kata Ansyar, terkait persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka berupa penyiapan fasilitas sarana, pembentukan Satgas Covid sekolah, serta pembenahan UKS dan hal lainnya sesuai yang diatur dalam protap tatanan kehidupan baru pada satuan pendidikan tetap dilaksanakan.

Sebelumnya, Ansyar menegaskan, untuk guru yang tidak di vaksin tanpa alasan medis, atau tidak menginginkan menerima vaksinasi, tidak dapat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, dan akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, kata Ansyar, guru yang dapat melaksanakan KBM tatap muka hanyalah guru yang telah di vaksin lengkap tahap satu dan dua.

“Tetapi bagi guru yang belum lengkap di vaksin, karena alasan medis, tidak dapat melaksanakan KBM secara tatap muka. Melainkan hanya dapat melaksanakan KBM secara daring dan luring, namun hal itu harus di buktikan dengan surat keterangan dari kepala Puskesmas,” ujarnya.

Ansyar mengatakan, kepala sekolah diwajibkan untuk melakukan pengawasan dan pembinaan selama pelaksanaan KBM tatap muka dengan berpedoman pada SE Kadisdikbud tentang Prosedur operasional tetap (Protap) tatanan kehidupan baru di satuan pendidikan SD, SMP dan SPNF.

“KBM tatap muka selama bulan Ramadan akan di mulai pukul 08.00-10.00 untuk jenjang SD tingkat kelas satu dan dua, untuk tingkat kelas tiga sampai kelas lima akan dilaksanakan pada pukul delapan sampai pukul sepuluh. Kemudian untuk jenjang SMP, tingkat kelas VII dan VIII akan dimulai pada pukul 08.00-11.00 lebih 30 menit,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas