SAMBUTAN - Plt Kakanwil Kemenag Sulteng, Gasim Yamani, saat menyampaikan sambutan secara virtual di rapat koordinasi bahas soal SE Menag RI tentang panduan ibadah Ramadan dam Idul Fitri 1442 H, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng menggelar Rapat Koordinasi secara virtual dengan seluruh Kepala Kantor Kemenag kabupaten dan kota membahas soal Surat Edaran (SE) Menag Nomor 4 Tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan dam Idul Fitri 1442 H.

Plt Kakanwil Kemenag Sulteng, Gasim Yamani mengatakan, bahwa Menag RI Yaqut Cholil Qoumas meminta jajaran Kemenag untuk memperketat pengawasan SE Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitriseiring meningkatnya penyebaran Covid-19 dalam waktu sebulan terakhir.

“Edaran Menag tersebut berkaitan dengan ibadah aktivitas amaliah Ramadan, seperti buka puasa bersama, tarawih, salat fardhu, ceramah, nuzulul quran, dan kegiatan ibadah lainnya yang dilaksanakan dengan ketentuan. Dalam edaran itu Menag tidak melarang, hanya saja dilaksanakan dengan beberapa ketentuan mengikat,” ujar Gasim, belum lama ini.

Menurut Gasim, edaran itu pada prinsip-prinsip yang elegan, dan isinya edaran itu disampaikan dengan bahasa yang baik dan santun, sehingga masyarakat tidak salah menafsirkan.

“Karena di tengah masyarakat beredar anggapan yang berbeda. Misalnya kenapa Salat Id dilarang padahal tidak dilarang, hanya di rumah juga bisa dilaksanakan salat Id. Begitupun dengan berbuka puasa bersama dianggap dilarang, masyarakat juga keliru menanggapinya. Olehnya itu edaran Menag ini agar dibaca dengan tuntas dan kita dari Kemenag harus menjelaskan kepada masyarakat agar tidak salah paham,” katanya.

Gasim mengaku, untuk edaran resmi dari Gubernur Sulawesi Tengah terkait pelaksanaan Idul Fitri belum ada edaran resminya, dan pihaknya berharap dalam waktu dekat akan dirilis.

Dalam rapat Koordinasi ini masing-masing Kepala Kementerian Agama kabupaten/kota menyampaikan laporan terkait kondisi pelaksanaan ibadah Ramadan dan implementasi SE Nomor 4 Tahun 2021. 

Pada akhir rapat, Kepala Bagian Tata Usaha, Ma’sum, menyimpulkan keseluruhan laporan dari Kepala Kemenag Kab/Kota untuk Edaran Menag tersebut sudah ditindaklanjuti, disosialisasikan oleh para Kepala KUA, Punyuluh, bahkan ada pula Kepala Kemenag yang turun langsung melakukan sosialisasi di masyarakat. 

“Pelaksanaan shalat tarawih di 13 Kab/Kota tetap terlaksana namun kondisi dan situasi jemaah dalam hal penerapan protokol kesehatan kurang maksimal, sehingga tim sosialisasi edaran semakin aktif dalam melakukan sosialisasi,” ungkapnya.

Sementara kata Ma’sum, untuk pelaksanaan salat Idul Fitri pada 13 Kab/Kota tetap akan dilaksanakan terkecuali di Kota Palu, sesuai edaran Wali Kota, jika Kota Palu berada pada zona tidak aman maka salat Idul Fitri ditiadakan. 

“Kami berharap semakin hari zona setiap daerah akan semakin aman di seluruh kab/kota. Sehingga dalam pelaksanaan ibadah Ramadan bisa kita laksanakan pada khusyuk dan tenang,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas