Home Palu

Disdikbud Palu Keluarkan SE Protap PTM

Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu mengeluarkan Surat Edaran (SE) Prosedur Operasional Tetap (Protap) Tatanan Kehidupan Baru dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada satuan pendidikan SD, SMP, dan SPNF se-Kota Palu.

Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, di SE tersebut ada beberapa poin yang harus dijalakankan oleh sekolah salama Pembelajaran Tata Muka (PTM) berlangsung, diantaranya adalah protokol umum pendidikan, yakni pertama sekolah wajib menyiapkan sarana prasarana sesuai standar protokol kesehatan Covid-19.

“Kemudian kepala satuan pendidikan wajib mengisi daftar periksa kesiapan PTM. Setelah itu membentuk Tim Siaga Covid-19, menyiapkan media sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 untuk warga sekolah dalam bentuk spanduk atau alat peraga lainnya,” jelas Ansyar, melalui ponselnya, Selasa, 27 April 2021.

Ansyar mengatakan, di SE itu juga dijelaskan tentang pengaturan siswa belajar di sekolah, khususnya untuk jenjang SD, dimana setiap kelas siswanya dibagi dalam dua shift, dalam artian sehari belajar di sekolah, sehari belajar dari rumah.

“Kemudian waktu selama PTM di sekolah dari pukul 08.00-12.00, bagi sekolah yang laksanakan belajar di sore hari dari pukul 13.00-16.00. Aktivitas belajar di sore hari ini khusus sekolah yang bangunannya dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi,” katanya.

Selanjutkan kata Ansyar, pukul istirahat diberikan 15 menit makan dan minum di dalam kelas.

“Sementara untuk pengaturan belajar di jenjang SMP diatur pershift juga, tetapi dengan model bergantian ganjil-genap. Misalnya setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok yakni A dan B, untuk jam pelajaran diredukasi yang semulanya 40 menit, menjadi 30 menit,” ujarnya.

Menurut Ansyar, setiap mata pelajaran dalam satu pekan hanya satu kali tatap muka, dengan rincian pendidikan agama, PKN, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, PJOK, dan Prakarya, dengan 2×30 menit. Sementara untuk Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA, pertemuanya 3×30 menit.

“Sekolah harus mengatur jarak tempat duduk dan komunikasi minimal 1,5 meter, dan selalu intensif koordinasi dengan petugas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Kata Ansyar, protokol pendidikan bagi guru, tenaga kependidikan, serta orang tua wali murid juga dicantumkan dalam SE tersebut.

“Seperti guru harus lebih awal datang ke sekolah sebelum siswa, kemudian orang tua harus memastikan anaknya dalam kondisi sehat untuk ikuti tatap muka. Selama di kelas guru tetap menjaga jarak dengan siswa, dan tidak berkeliling kelas untuk mendekati siswa,” katanya.

Ansyar berharap, Guru mampu memberikan pembelajaran yang menarik, interaktif ringan, dan tidak membebani siswa selama proses pembelajaran.

“Banyak aturan yang disampaikan dalam SE tersebut, saya berharap protap itu dijalankan dengan baik oleh sekolah, sehingga PTM bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas