Home Palu

Guru Penggerak Dipersiapkan Jadi Kepsek

SAMBUTAN - Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi, saat menyampaikan sambutan dihadapan sejumlah guru yang ada di SD Bumi Sagu, belum lama ini. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan, guru penggerak ke depan dipersiapkan menjadi pemimpin pembelajaran masa depan.

“Artinya kemungkinan besar Nomor Unik Kepala Sekolah (Nuks) itu bukan lagi jadi persyaratan menjadi kepala sekolah (kepsek), tetapi sertifikat guru penggerak yang akan menjadi persyaratan untuk menjadi kepsek,” kata Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Olehnya itu Ansyar berharap, semua guru di kota Palu baik dari jenjang SD, SMP, agar mengikuti program guru penggerak ini.

“Jangan malu-malu untuk mengikuti seleksi guru penggerak ini, dan memang susah mengikuti seleksinya, sebab program ini mencari guru-guru yang memiliki kompetensi tinggi dan disiapkan memimpin pembelajaran masa depan, serta mereka nanti akan membatu guru lainya atau totur sebaya, akan banyak nanti fasilitas yang didapatkan guru penggerak tersebut,” jelasnya.

Selain itu kata Ansyar, kepala sekolah penggerak atau sekolah penggerak, untuk di Kota Palu yang lulus seleksi itu hingga saat ini 29 kepsek dari jenjang SMA, SMP, SD, dan TK.

“Jadi program penggerak ini betul-betul ingin mencari sosok kepala sekolah, kalau dulu program percepatan peningkatan kualitas ditunjuk tidak di seleksi. Tetapi untuk kali ini tidak, kita diber peluang yang sama untuk seleksi,” ungkapnya.

Bahkan kata Ansyar, SD tinggal tujuh kepsek yang lolos, sementara SMP dan TK tinggal lima, yang lainya itu SMA.

“Nanti setelah ditunjuk jadi sekolah penggerak, saya berfikir bahwa bukan lagi multimedianya itu perkelas, mungkin saja persekolah. Sebab akan turun bantuan luar biasa,” katanya.

Sebelumnya Ansyar mengatakan, kepsek penggerak yang lolos yakni dari SDN 21 Boyouge, SMPN 12 Palu, SDN 1 Tatura, SMPN 16 Palu, bahkan SMPN 7 Palu, serta SDN Watusampu, beberapa sekolah pinggiran lolos dalam seleksi tersebut.

“Kepsek yang lolos ini dapat menyiapkan dirinya meningkatkan pengetahuannya dalam menghadapi seleksi tahap II, tentunya diharapkan di tahap dua itu mereka dapat lolos kembali,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas