Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace mengungkapkan, Gubernur Sulteng baru-baru ini mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan wilayah zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk satuan pendidikan yang menjadi kewenangan provinsi.

“Pak Gubernur telah mengeluarkan SK terkait PPDB. Olehnya itu saya berharap sekolah dan masyarakat dapat mematuhi keputusan tersebut,” kata Irwan, di ruang kerjanya, Kamis, 6 Mei 2021.

Irwan mengatakan, untuk PPDB melalui jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua, dan jalur prestasi agar memperhatikan kapasitas daya tampung sekolah serta jarak tempat tinggal yang terdekat dengan sekolah.

“Daftar wilayah zonasi pada PPDB telah dicantumkan dalam SK Gubernur Sulteng, dan itu wajib diberlakukan oleh semua sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, dalam daftar wilayah zonasi itu ada 171 SMA yang diatur wilayah zonasinya, salah satunya SMAN 1 Palu, dimana wilayah zonasinya masuk pada Kelurahan Besusu Tengah, sementara SMAN 2 Palu masuk wilayah Kelurahan Lolu Selatan.

“Sementara SMAN 3 Palu masuk wilayah Birobuli Selatan, kemudian SMAN 4 Kecamatan Palu Barat, serta SMA lainnya di bawah naungan pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk PPDB jenjang SMK tidak menggunakan sistem zonasi, sehingga bagi masyarakat yang ingin masuk SMK dipersilahkan sesuai dengan minatnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Dr. Hatija Yahya mengatakan, untuk mekanisme PPDB tetap akan dilaksanakan secara online atau kombinasi juga dibolehkan.

“Masyarakat yang ingin memasukan anaknya mengikuti pendidikan SMK sangat luar biasa untuk saat ini, apalagi disituasi sekarang dibutuhkan anak-anak yang mempunyai kompetensi yang kuat, unggul, sesuai visi-misi bapak Presiden kita saat ini, bahkan seluruh elemen bangsa juga punya konsentrasi yang sama untuk peningkatan kompetensi siswa, maka tempat yang tepat untuk anak-anak kita adalah di SMK,” jelasnya.

Namun kata Hatija, tentunya dengan ketentuan sesuai minat keinginan dari para generasi penurus bangsa.

“Semoga anak-anak kita banyak yang menjadi jiwa entrepreneurship yang handal, sehingga bisa membangun kemandirian anak-anak kita dimasa depan. Jadi tidak hanya masuk menjadi pegawai negeri sipil, tetapi bisa berwirausaha dan yang utama adalah siswa SMK kita sangat dinanti-nantikan oleh industri,” ungkapnya.

Olehnya itu kata Hatija, masyarakat tidak perlu ragu masuk di SMK, karena sarana prasarananya sudah cukup baik.

“Sebab empat tahun terakhir sarana prasarana kita sudah penuhi meskipun belum secara memadai, tetapi saya kira SMK-SMK yang kita unggulkan sudah lebih baik di empat tahun terakhir ini,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas