Home Banggai Kepulauan

BKSDA Sulteng Gelar Sosialisasi Perlindungan dan Pemanfaatan Kehati Kokolomboi

51
Suasana sosialisasi Perlindungan dan Pemanfaatan Kehati Kokolomboi, di salah satu cafe di Salakan, Bangkep. (Foto: Metrosulawesi/ Rifan Touk)

Bangkep, Metrosullawesi.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kokolomboi, di salah satu Kafe di Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep),   Rabu (9/9/2020).

Kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar kepada Metrosulawesi.id, mengatakan, kegiatan  tersebut dilaksanakan untuk mensosialisasikan Kehati yang ada di daerah Bangkep,  agr  menjadi acuan penyusunan Detail Engineering Deisgn (DED) Kehati itu.

‘’Itu desain tapak. Apa-apa yang dibuat nanti. Mau bikin budidaya atau kegiatan apa pun, harus ada DED-nya. Dia semacam RAB” kata Hasmuni

Hasmuni menginginkan agar pemerintah daerah dapat membuat Surat Keputusan pengelolaan Taman Kehati Kokolomboi Bangkep. Sehingga dirinya selaku kepala BKSDA Sulteng bisa menyandangkan dana.

Selain itu, disebutkan Hasmuni, pihaknya ingin menjadikan Kabupaten Bangkep menjadi ‘local champion’ khususnya pemerhati lingkungan yang mendapat penghargaan Kalpataru dan penghargaan lainnya dari negara

“Saya akan mengusulkan  untuk menjadi mitra Polhut yang mendapat honor setiap bulan. Dan anggaran itu honornya itu dari pusat ke BKSDA Sulteng. Biasanya 2 jutaan lebih  perbulan” sebutnya

Secara tegas, dia berjanji akan terus memperjuangkan pegiat ligkungan yang aktif untuk menjadi mitra Polhut dengan pertimbangan bahwa meski tanpa uang,  selama ini mereka telah secara ikhlas berkontribusi terhadap kelestarian alam.(*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas