Home Hukum & Kriminal

Terdakwa Ariyadin Alias Tapu Dituntut 13 Tahun

DIAMANKAN - Terdakwa Ariyadin sewaktu berhasil diamankan pihak Polres Palu. (Foto: Antara/ Sulapto Sali)
  • Pelaku Penikaman Terhadap Made Santika di Jalan Tanggul Kota Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Dipidana penjara selama 13 tahun, itulah ancaman tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kepada terdakwa Ariyadin alias Tapu (50), dalam sidang lanjutan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa 5 Januari 2021.

Ariyadin merupakan terdakwa kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap korban mendiang Made Santika. Peristiwa naas itu terjadi sekitar pada bulan Juli tahun 2020, di Jalan Tanggul, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Sebagaimana surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Awaluddin Muhammad SH di persidangan, perbuatan terdakwa Ariyadin alias Tapu, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

“Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 338 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair,” ungkap Awaluddin Muhammad membacakan tuntutannya dihadapan majelis hakim yang  diketuai Hj Aisa H Mahmud SH MH.

Karena telah terbutki olehnya terdakwa oleh JPU dituntut pidana penjara selama 13 tahun. Tuntutan pidana dari JPU itu, dikurangi dengan hukuman selama terdakwa dalam tahanan dan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

“Menyatakan barang bukti berupa 1 (satu) buah benda tajam jenis pisau berwarna chrome stainless dengan gagang pisau warna cokelat kehitaman berbentuk melengkung serta sarung atau pembungkus  berwarna cokelat kehitaman dirampas untuk dimusnahkan,” sebut Awaluddin Muhammad lagi.

Tuntutan pidana dari  JPU terhadap terdakwa Ariyadin, telah berdasarkan pertimbangan yang memberatkan serta pertimbangan yang meringankan. Yang memberatkan sebagaimana diuraikan JPU, perbuatan terdakwa mengakibatkan hilangnya nyawa korban Made Santika, dan  meresahkan masyarakat.

“Sementara hal-hal yang meringankan, terdakwa berterus terang selama proses persidangan dan menyesali perbuatannya,” tandas JPU, Awaluddin Muhammad.

Atas tuntutan itu, terdakwa bersama kuasa hukumnya selanjutnya diberikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan. Ketua majelis hakim Hj Aisa H Mahmud, menetapkan untuk sidang pembacaan pembelaan dari terdakwa dan penasehat hukumnya itu, digelar Selasa, 12 Januari 2021 pekan mendatang.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang menjerat terdakwa Ariyadin terjadi pada sekitar bulan Juli  2020 silam. Korban dalam peristiwa naas itu yakni Made Santika. Pelaku dugaan penikaman yang mengakibatkan matinya orang itu, mengarah ke terdakwa Ariyadin, itu tidak lain berdasarkan keterangan dan informasi saksi-saksi di TKP yang telah dikumpulkan pihak kepolisian. Namun, usai menikam korban yang akhirnya meninggal dunia, terdakwa Ariyadin sempat melarikan diri ke Kabupaten Poso. Akan tetapi kurang lebih sepekan melarikan diri terdakwa yang terus  dalam pencarian pihak kepolisian akhirnya berhasil ditangkap di Poso.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas