Home Pendidikan

Sulteng Belum Putuskan PTM

Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Capaian Vaksinasi Guru Masih Sangat Rendah

Palu, Metrosulawesi.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) di jenjang SMA, SMK, dan SLB di provinsi Sulawesi Tengah, saat ini masih belum diputuskan oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur Sulteng.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Irwan Lahace, di ruang kerjanya, Rabu, 9 Juni 2021.

“Kami akan mengadakan pertemuan ulang bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Satgas Covi-19, serta para Kepala Disdikbud Kabupaten dan Kota, untuk membahas tentang capaian dari pada vaksinasi kepada guru, karena sesuai data guru yang menerima vaksinasi masih sangat rendah sekali,” kata Irwan.

Salah satunya kata Irwan, di Kabupaten Parigi Mautong, angka guru yang divaksin sangat rendah sekali, dari 21 guru yang terima vaksin dosis pertama baru tujuh yang terima vaksin dosis kedua.

“Bahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang di Makassar, pernah menyebutkan jika perlu siswa juga divaksin. Namun ini tergantung lagi dari kemampuan negara. Olehnya itu kita tidak gegabah dalam mengambil sikap untuk di mulainya kembali pembelajaran secara tatap muka di sekolah,” ujarnya.

Selain itu juga kata Irwan, Presiden Jokowi telah sampaikan dalam pertemuan terbatas, bahwa PTM ini nanti Juli dapat diselenggarakan, akan tetapi diperintahkan hanya 25 persen saja siswa belajar di sekolah dan proses pembelajarnya itu secara bertahap.

“Olehnya itu saya tidak mau memberikan masukan tanpa dasar dan kajian dari tim penanganan Covid-19,” tegasnya.

Kemudian juga, Irwan mengatakan, informasi yang beredar di media sosial bahwa Juni PTM dapat dilaksanakan, itu informasi hoaks. Ditjen Paud Dikdasmen Kemendikbud RI telah menegaskan bahwa berita Juni PTM itu informasi bohong atau hoaks.

“Sedangkan pak Presiden menyampaikan nanti Juli baru dimulai PTM, tetapi dibuka secara hati-hati. Maka dari itu kemarin kami sepakati di dalam rapat bersama Asisten 1, kita kumpulkan dulu data vaksinasi dari semua sekolah sesuai kewenangan provinsi SMA, SMK dan SLB, jika capaian vaksinasi sudah 80 persen atau hingga 100 persen, baru kita berani memberikan usulan kepada Gubernur untuk pelaksanaan PTM di sekolah,” jelasnya.

Dari data yang terkumpul kata Irwan, baru 6.050 tenaga guru menerima dosis pertama vaksinasi, sementara yang sudah menerima dosis kedua 2.485 guru. Yang paling rendah menerima vaksinasi itu di Kabupaten Banggai Kepulauan hanya 5 orang yang telah selesai menerima dosis kedua vaksinasi, dari jumlah yang menerima vaksin dosis pertama 6 guru.

Menurut Irwan, kendala vaksinasi ini menurut informasi dari daerah salah satunya ketersedian vaksin, sebab ini melalui distribusi. Kemudian kesiapan di lapangan dalam artian petugas.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas