Home Donggala

Peran Pengawas Penting untuk Kualitas Pendidikan

SAMBUTAN - Kepala Kantor Kemenag Palu, Nasruddin L Midu, saat sampaikan sambutan di Rapat Perdana Pokjawas Kemenag Palu dan Donggala, di ruang rapat Kemenag Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Diminta Hidupkan Lagi Lomba Antar Madrasah

Palu, Metrosulawesi.id – Kelompok Kerja Pengawas Kabupaten Donggala dan Kota Palu menggelar rapat perdana setelah disusunnya kepengurusan Pokjawas gabungan tersebut di ruang rapat Kantor Kemenag Kota Palu belum lama ini.

Ketua Pokjawas Gabungan, Alfian mengatakan, penggabungan ini berdasarkan SK Dirjen GTK Kementerian Agama RI tentang Petunjuk Teknis Kelompok Kerja Pengawas Madrasah.

“Dalam poin yang tertuang didalam Juknis menyatakan bahwa satu Pokjawas minimal terdiri dari sepuluh orang pengawas madrasah Kemenag kabupaten/kota. Namun jika Pengawas madrasah tidak mencukupi sepuluh pengawas maka dapat bergabung dengan pengawas Kemenag kabupaten/kota secara geografis,” jelasnya.

Olehnya itu, kata dia, pokjawas Kemenag Kab Donggala dan Pokjawas Kemenag Kota Palu masing-masing memiliki sembilan orang pengawas Madrasah, maka berdasarkan aturan, kedua Pokjawas harus digabungkan.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Nasruddin L Midu mengatakan, pengawas madrasah memiliki tugas, fungsi, dan tanggungjawab yang strategis dalam meningkatkan kualitas madrasah, guru, dan kepala madrasah.

“Pengawas adalah bagian penting untuk peningkatan kualitas pendidikan kita,” ungkapnya.

Kata Nasruddin, peranan pengawas madrasah dalam melaksanakan tugasnya bukan saja sebagai seorang supervisor pendidikan, namun juga sebagai konselor dan motivator, serta penjamin mutu pendidikan madrasah.

“Sebagai penjamin mutu pendidikan madrasah, pengawas Madrasah bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas perencanaan, proses, dan hasil pendidikan dan atau pembelajaran pada RA, MI, MTs, MA. Untuk mendukung kualitas kinerja yang profesional, pengawas Madrasah perlu meningkatkan kompetensi dan pengembangan profesi,” ujarnya.

Nasruddin mengaku, bersyukur adanya penggabungan ini, karena secara geografis tergolong efisien, mengingat Pengawas Madrasah Kabupaten Sigi yang juga berada di lembah Palu saat ini masih tergabung bersama Pokjawas yang terdiri dari Kabupaten Poso, Kabupaten Touna, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Morowali Utara.

“Saya pikir hal ini bisa kita usulkan ke Kanwil Kemenag Sulteng, agar para Pengawas Madrasah di Sigi bisa bergabung bersama di Pokjawas Gabungan ini. Saya mengajak pengawas untuk menghidupkan kembali lomba-lomba antar madrasah di tahun mendatang,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas