Home Pendidikan

Poso Dapat DAK Pendidikan Rp 22 Miliar

12
Drs Viktor Tumonggi. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Kabupaten Poso  mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan, rehabilitasi dan fasilitas penunjang pendidikan dasar di SD dan SMP tahun 2021 sebesar Rp22 miliar lebih dengan rincian untuk SD sebesar 18,5 miliar, sementara untuk SMP sebesar 3,7 miliar. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso Drs Viktor Tumonggi kepada wartawan Selasa, 4 Mei 2021.

DAK yang diberikan kepada pemerintah daerah tentunya sangat dibutuhkan. Karena sangat membantu  dalam memperbaiki bangunan SD dan SMP yang rusak dan sarana dasar lainnya.

“Dengan bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik,” kata Victor.

Menurutnya, dengan bantuan tersebut tentunya harus lebih meningkatkan kinerja para pendidik, dalam rangka meningkatkan SDM dan mutu pendidikan yang lebih baik. ”Oleh karena itu bantuan anggaran ini dapat dikelola dengan baik jangan sampai menimbulkan masalah ke depannya,” saran Victor.

Victor menuturkan,  DAK Tahun Anggaran 2021  mengacu pada program pemerintah pusat yaitu pembangunan infrastruktur sarana prasarana pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Poso.

Dirinya  berharap, bantuan DAK pendidikan dapat dilaksanakan sesuai rencana, pelaksanaan di masing-masing sekolah penerima DAK Tahun Anggaran 2021, harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Untuk itu, saya berharap kerjasama dari seluruh elemen pendidikan dan lapisan masyarakat, agar kegiatan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” harap Victor. 

Dia optimis keberhasilan dunia pendidikan di Poso  bisa diwujudkan apabila konsekuen dalam memegang kunci penyelesaian, yaitu kualitas tenaga pendidik, terpenuhinya sarana dan prasarana, kesadaran masyarakat, regulasi yang mendukung dan kurikulum yang bermutu dan tepat.

Dilaporkan Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Fuad Amhar, “Peruntukannya sesuai usulan yang ada. Di antaranya, ada rehab sekolah, rehab ruang guru, pengadaan alat praktikum, rehab laboratorium, MCK, penunjang fasilitas pendidikan, pengadaan buku, komputer dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ditambahkan Fuad, untuk DAK bagi SMP sejumlah 14 sekolah dengan 15 kegiatan. Sementara untuk DAK bagi SD kata Hj Masriah selaku PPTK,  sejumlah 48 sekolah yang tersebar di 19 kecamatan dengan alokasi anggaran kurang lebih 18,5 Miliar.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso Drs Viktor Tumonggi menjelaskan, banyaknya bantuan DAK yang diterima lantaran data yang dilaporkan terkait kondisi sekolah SD dan SMP yang rusak telah lengkap dan sinkron dengan kondisi sebenarnya.

“Kondisi sekolah rusak langsung dilaporkan ke pusat melalui sistem berbasis online. Dan kenapa banyak, karena usulan dapodik untuk mendapatkan bantuan, datanya sudah sinkron,” jelasnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas