Home Palu

Lapas Belum Putuskan Soal Pelaksanaan Salat Id

Gamal Bardi. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu belum memutuskan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H. Kepala Lapas Palu, Gamal Bardi, menjelaskan pihaknya masih memantau kondisi penyebaran Covid-19.

“Belum pasti, mungkin hari Selasa (12 Mei) baru diputuskan,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, Minggu, 9 Mei 2021.

Gamal mengatakan Lapas Palu telah lama menyetop kunjungan ke warga binaan sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus corona. Olehnya jika salat id berjamaah akan dilaksanakan hanya bisa diikuti petugas dan warga binaan.

Dia menambahkan momentum Idul Fitri akan dilaksanakan penyerahan SK remisi khusus kepada perwakilan warga binaan. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada warga binaan beragama Islam.

“Nanti akan ada pembacaan SK remisi dan sambutan menteri (Menkumham RI) atau Dirjen,” tandas Gamal.

Diberitakan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng masih meniadakan kunjungan langsung kepada warga binaan (warbin), termasuk saat momen lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, mengungkapkan warbin tidak bisa dikunjungi saat lebaran demi menghindari penyebaran Covid-19. Gantinya, pihak Lapas dan Rutan memfasilitasi kunjungan secara virtual melalui video call.

“Tetap masih virtual karena kita harus mementingkan nyawa kita semua sehingga protokol kesehatan wajib dipatuhi. Jadi tidak ada kunjungan langsung, masih secara virtual, kami siapkan layanan video call,” ungkap Sunar, Selasa, 4 Mei 2021.

Dia mengatakan bagi yang mengantarkan makanan khas lebaran hanya bisa dititip kepada petugas jaga di Lapas atau Rutan. Selanjutnya petugas yang menyerahkan kepada warbin setelah melalui pemeriksaan untuk memastikan tak ada barang terlarang.

“Tiap hari upaya penyeludupan barang terlarang tetap ada, kita imbangi dengan upaya peningkatan kewaspadaan, termasuk kewaspadaan terhadap barang-barang terlarang,” pungkas Sunar.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas