Home Sulteng

Dishub Awasi 33 Pintu Keluar-Masuk Sulteng

Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Libatkan Kepala Desa Pantau Jalan Tikus

Palu, Metrosulawesi.id – Larangan perjalanan mudik dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 berlaku mulai hari ini, Kamis, 6 Mei. Pemprov Sulteng melalui Dinas Perhubungan mengawasi sebanyak 33 titik pintu keluar masuk (penyekatan) untuk antisipasi pemudik.

Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno, mengungkapkan pihaknya sudah memetakan pintu keluar-masuk Sulawesi Tengah.

“Ada 33 titik yang harus diamankan pintu keluar-masuk Sulawesi Tengah, jalur darat, laut, dan udara,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, Rabu, 5 Mei 2021.

Sumarno mengatakan pihaknya fokus melakukan pengawasan di 33 pintu masuk perbatasan provinsi di wilayah Sulteng di antaranya: Parimo-Gorontalo, Buol-Gorontalo, Donggala-Sulbar, Morowali-Kendari. Jalur laut Taipa-Balikpapan, Pagimana-Gorontalo, dan Tolitoli-Kalimantan Timur (Kaltim) serta ‘jalur-jalur tikus’.

Untuk pengawasan di masing-masing perbatasan antar kabupaten dan kota dilakukan oleh Pemkab dan Pemkot. Dishub Provinsi Sulteng menjaga jalur darat, laut dan udara dengan melibatkan berbagai pihak, salah satunya kepala desa (kades). Pelibatan kades fokus mengawasi ‘jalur-jalur tikus’ di wilayah kabupaten se-Sulteng yang berbatasan dengan provinsi lain.

“Banyak ‘jalur tikus’ melalui pelabuhan untuk kapal-kapal kecil yang melintas antara Sulteng dengan Kaltim di wilayah Pantai Barat. Sudah kita komunikasikan dengan kepala desa setempat untuk melakukan penjagaan. Tidak mungkin kita bisa jaga semua karena anggota kami sangat terbatas,” ujar Sumarno.

“Untuk personel Dishub Provinsi Sulteng difokuskan menjaga perbatasan jalur darat berjumlah belasan orang. Sementara pengawasan di bandara-bandara dan pelabuhan resmi telah dipercayakan komando kepada masing-masing kepala bandara dan pelabuhan di wilayah Sulteng,” ucap Sumarno.

Sumarno menambahkan apabila semua pihak melakukan pengawasan sesuai ketentuan berlaku tidak akan ada lagi jalur bagi pelaku perjalanan mudik selama 6-17 Mei mendatang. Dia mengharapkan semua pihak menaati aturan larangan mudik yang bertujuan menekan penyebaran Covid-19.

“Marilah sama-sama kita menjaga dan sama-sama menyadari betapa bahanya ini covid, sudah banyak contohnya seperti di India. Jangan sampai kita nanti kewalahan menghadapi gelombang ke tiga Covid-19,” tandas Sumarno.

Diketahui, melalui surat edaran gubernur diberikan kelonggaran larangan mudik untuk wilayah atau kabupaten dan kota yang saling berdekatan disebut aglomerasi. Dalam kesatuan wilayah aglomerasi masyarakat diizinkan melakukan perjalan mudik.

Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong (Parimo) menjadi satu wilayah aglomerasi. Itu artinya warga yang di Palu bisa mudik ke kabupaten yang satu wilayah aglomerasi tersebut dan sebaliknya.

Wilayah aglomerasi berikutnya ditetapkan Kabupaten Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. Selanjutnya Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol menjadi satu wilayah aglomerasi. Kemudian Poso dengan Tojo Unauna satu aglomerasi. Terakhir Morowali dan Morowali Utara satu aglomerasi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas