Abdul Hafid Djakatare. (Foto: Istimewa)
  • Sekolah Diharap Berinovasi

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Abdul Hafid Djakatare mengungkapkan, belum lama ini dirinya mengikuti sosialisasi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sesuai instruksi Mendagri ┬áRI, Kota Palu bersama Morowali Utara ditetapkan menerapkan PPKM level 4 berlaku hingga 2 Agustus 2021. Secara otomatis di tahun ajaran baru ini tentunya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dapat dipastikan belum bisa diadakan (ditunda) kembali.

“Penundaan PTM itu juga diperkuat dengan surat edaran Gubernur Sulteng tentang wilayah zona merah, semua jenjang baik dari SD, SMP hingga SMA sederajat, tidak diizinkan melaksanakan PTM terbatas. Kecuali di edaran itu wilayah zona hijau, Kota Palu saat ini masih zona merah, sehingga PTM tidak memungkinkan dilaksanakan di kondisi pandemi saat ini,” jelas Hafid, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponselnya, Senin, 26 Agustus 2021.

Hafid mengatakan, Wali Kota Palu juga telah menegaskan PTM terbatas belum dapat dilakukan, karena Kota Palu masuk zona merah.

“Saya juga sudah rapat bersama seluruh Kepala Bidang di lingkungan Disdikbud Palu untuk membahas PTM terbatas tersebut,” ungkapnya.

Kata Hafid, pihaknya juga sempat menjadi narasumber tentang menyambut new normal melalui zoom meeting, dalam kegiatan itu hadir mulai dari akademisi, guru, hingga masyarakat biasa. Hampir semua  mengeluh dan menginginkan PTM terbatas. Namun semuanya harus taat dengan pemerintah pusat karena ada instruksi dari Presiden ditambah lagi keputusan empat Menteri, bahkan ada instruksi lagi dari Mendagri soal PPKM.

“Jadi di tahun ajaran baru ini diputuskanlah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap dilaksanakan secara daring dan luring,” katanya.

Hafid juga mengaku, telah mengadakan pertemuan dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kota Palu, agar menyampaikan kepada Dewan Guru dan orang tua siswa, untuk tetap bersabar.

“Saya berharap semua sekolah berbuat semaksimal mungkin dengan mencari inovasi yang terbaik dalam siutasi Covid-19 saat ini. Bukan berarti PTM terbatas tidak jadi dilaksanakan, kemudian tujuan pendidikan tidak tercapai, saya kira itu bukan alasan terbaik. Pembelajaran harus tetap berjalan meskipun tidak maksimal secara tatap muka,” ujarnya.

Hafid berharap tujuan pendidikan di negara ini harus tetap tercapai, meskipun secara daring maupun luring.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas