dr Husaema. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Husaema mengungkapkan, jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Palu telah mencapai 900 lebih kasus. Data itu khusus di Juli 2021 ini. Data kasus tersebut hampir sama di Januari kemarin mencapai 1000 lebih.

“Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengeluarkan persyaratan, bahwa minimal 857 orang yang diduga terindikasi harus diperiksa dalam sehari. Indikasi warga yang diperiksa meliputi orang-orang yang kontak dengan suspek Covid, seperti yang memiliki gejala flu, panas, dan batuk, semua diperiksa,” kata Husaema, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponsel, Jumat, 30 Juli 2021.

Kata Husaema, jika hasil dari rapid antigen positif maka secara resmi dilaporkan sebagai kasus positif, walaupun belum PCR. Sehingga misalnya 8 orang di PCR positif, kemudian 58 rapid antigen positif, maka diakumulasi menjadi 66 kasus positif. Itulah yang menyebabkan peningkatan kasus yang cukup besar di Kota Palu.

“Seperti kemarin dilaporkan 178 kasus. Ini karena banyaknya rapid antigen positif, sesuai dengan keputusan pusat itu sudah dihitung menjadi kasus positif. Jadi kita ini melakukan rapid antigen 800 lebih perhari. Untuk di Kota Palu setiap Puskesmas kami beri jatah 62 orang dirapid. Belum yang dirapid di RS Undata, RS Anutapura, Klinik, tempat praktik, dan RS lainnya. Maka bisa saja dalam sehari ini yang dirapid capai 1.000-an,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini semua orang diperiksa, untuk itu pihaknya berharap yang sudah rapid antigen kemudian hasilnya positif, agar melakukan isolasi mandiri dengan mematuhi aturan pemerintah. Jika tidak patuh maka bisa jadi semua warga Palu positif.

“Sekarang sudah hampir 500 warga Palu yang isolasi mandiri. Jika yang isolasi mandiri ini tidak patuh, maka bisa saja semua penduduk Kota Palu positif. Olehnya itu saat ini pemerintah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan super ketat, dengan tujuan kasus Covid ini bisa menurun,” ujarnya.

Kata Husaema, PPKM ini berlaku selama seminggu. Jika misalnya perkembangan kasus beberapa hari ini masih naik, maka waktunya bukan lagi seminggu tetapi akan berlanjut terus.

“Sekarang ini juga pemerintah telah menyiapkan tempat untuk warga yang terindikasi kasus positif di Asrama Haji dan Bapelkes. Jadi ada dua tempat untuk menampung pasien yang mempunyai gejala, khusus daya tampung Bapelkes sekitar 90 orang, kemudian Asrama Haji 36 orang. Perlu diketahui juga untuk saat ini di Asrama Haji hampir full, maka sekarang Bapelkes baru kita mau buka semoga Senin bisa beroperasi,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas