Tersangka yang berinisial YA (38) dan ST (32), saat diamankan pihak Jatanras Polda Sulteng. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Dikejar Sejak Tahun 2019, Ditangkap di Huntap Duyu

Palu, Metrosulawesi.id – Pasangan suami-istri (pasutri) ditangkap Tim Scorpion Ditreskrimum Polda Sulteng, setelah menjadi buron sejak tahun 2019 lalu, terkait dengan kasus Pencurian dengan menguras isi tabungan korbannya melalui ATM, dengan cara menukar ATM korbannya dengan ATM miliknya yang serupa.

Direktur Reskrimum Polda Sulteng Kombes Pol Novia Jaya, dalam keterangan Persnya Kamis 29 Juli 2021, di Mapolda Sulteng, menjelaskan penagkapan kedua pelaku itu, dilakukan oleh Tim scorpion Ditreskrimum Polda Sulteng, dipimpin AKP Velly dan Iptu Bayu Seno Aji, S.Tr.K , pada 22 Juli 2021.

“Kedua pelaku ditangkap di hunian tetap (huntap) Duyu Kecamatan Tatanga Palu” ucapnya.

“Tersangka yang berinisial YA (38) dan ST(32), pasutri ini ditangkap setelah hampir dua tahun menjadi buronan jatanras Polda Sulteng,” tambahnya.

Novia juga mengatakan, modus dari pelaku sudah berada di dalam ruang mesin ATM sambil mengawasi dan menghafal PIN yang ditekan korban, kemudian serta menawarkan bantuan sambil menarik ATM korban, dan tanpa disadari ATM korban ditukar dengan ATM tersangka, kemudian tersangka kabur. Selanjutnya ATM milik korban berhasil ditarik secara tunai oleh tersangka di beberapa mesin ATM di Kota Palu hingga mencapai Rp.142 Juta.

“Untuk tersangka YA, penyidik sudah melakukan penahanan, akan tetapi untuk tersangka ST dengan pertimbangan kemanusiaan karena masih menyusui bayinya, sehingga tidak dilakukan penahanan,” terangnya.

“Kedua tersangka dijerat dengan tindak pidana pencurian sebagaimana pasal 363 ayat (1) ke 4e subsider pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman tujuh tahun penjara,” ucapnya.

Kombes Pol Novia Jaya juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati apabila akan melakukan penarikan tunai di mesin ATM dan sebaiknya dilakukan lebih dari satu orang.

“Hal itu untuk menghindari niat dan kesempatan orang yang akan berbuat jahat,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas