Home Banggai Kepulauan

Istri Korban KDRT Oknum Polisi Bangkep

24
MENGALAMI LEBAM - Inilah penampakan bagian punggung sebelah kiri dari CDA yang mengalami lebam.(Foto: Istimewa)
  • Berharap Polres Banggai Segera Menahan MR

Palu, Metrosulawesi.id – Karena sudah tak tahan lagi dengan perlakuan dan perbuatan sang suami, CDA (26) seorang IRT di desa Baka, kecamatan Tinangkung, kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melaporkan suaminya (MR) ke pihak berwajib dengan laporan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Mirisnya, sang suami yang dilaporkan merupakan seorang oknum anggota Polri yang bertugas di Polres Bangkep.

Kepada Metrosulawesi, CDA menguraikan laporan kasus dugaan tindak pidana KDRT itu dibuatnya, usai menerima penganiayaan paling keras dari sang suami MR, selama membina bahterah rumah tangga. Perlakuan dan perbuatan sang suami yang sering main tangan, membuat CDA mengambil langkah hukum.

“Saya dianiaya terakhir di rumah kosan kami di desa Baka, Kecamatan Tinangkung, kabupaten Bangkep, pada hari Senin 22 Februari 2021,” ungkap CDA dihubungi via telepon, Senin, 1 Maret 2021.

Lanjut CDA menerangkan, setelah kejadian KDRT itu, Dia bersana anak kemudian mencari perlindungan dengan harus keluar dari rumah dan tinggal di rumah keluarga di kabupaten Banggai. Di daerah inilah CDA melaporkan MR termasuk melakukan visum. Laporan KDRT itu dibuatnya di Polres Banggai, pada hari Kamis, 25 Februari 2021.

“Saya melapor di SPKT Polres Banggai, Laporan saya diterima pihak Polres Banggai dengan No. STTPL/83/II/2021/Sulteng/Res-Bgi,” sebutnya.

CDA menceritakan kekerasan visik berupa penganiayaan yang dilakukan MR sudah beberapa kali terjadi dan dialaminya. Sang suami, yang oknum polisi pernah juga menganiayanya di saat dalam kondisi sedang mengandung. Yakni pada usia kandungan dua bulan, empat bulan dan pada usia kandungan tujuh bulan MR pernah mengancam CDA yang tidak lain adalah istri sahnya, menggunakan samurai dan mau membelah perutnya.

“Saya sudah tidak tahan, yang baru-baru ini sudah paling parah. Kejadian itu, berawal dari saya menegurnya agar tidak kasar dengan anak yang masih balita. Jadi bukan hanya saya, anaknya saja juga pernah dibuat sakit, bahkan digigit. Harapan saya, MR segera ditahan walau dia seorang oknum polisi, karena jika dia masih berkeliaran saya dan anak saya terancam,” harapnya.

Sementara itu, paman CDA, Dr Muslim Mamulai SH MH, setelah mengetahui kasus yang menimpa ponakannya dan proses yang telah dilakukan, mengharapkan agar Polres Banggai, segera dan sungguh-sungguh menangani laporan KDRT tersebut. Informasi Polres Banggai akan mendelegasikan penanganan kasus itu ke Polres Bangkep, itu diharapkannya pula secepatnya dilakukan.

“Apalagi ternyata setelah dilaporkan, suami ponakan saya ini belum ditahan, jelas ponakan saya ini masih merasakan terancam, kapan saja suaminya ini bisa mencarinya dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan lagi. Jadi tolong Kapolres Banggai, segera melakukan tindakan,” harap Muslim Mamulai yang juga merupakan ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Palu.

Lanjut Muslim, pihak penyidik yang menerima kemudian menangani laporan itu, harus benar benar menegakkan hukum dan keadilan bagi korban, tanpa pandang bulu serta jangan tebang pilih. Sekalipun suami ponakannya oknum anggota Polri, karena melakukan tindak pidana harus lah diproses sesuai hukum.

“Jadi saya harapkan lagi laporan KDRT itu, harus dipercepat, termasuk untuk menahan pelaku. Selain itu, kepada pihak Polda Sulteng, saya harapkan juga untuk mengetahui dan mengawasi laporan ponakan saya ini, jika perlu Polda Sulteng mengklarifikasikan soal penanganan kasus KDRT ponakan saya ini di Polres Banggai. Termasuk, Propam Polda Sulteng, agar segera memproses secara internal perbuatan MR terhadap ponakan saya,” tandas Muslim Mamulai, mantan pejabat Komisi Yudisial (KY) Ri ini.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh Metrosulawesi, kekerasan yang dilakukan MR, menyebabkan CDA merasa kesakitan, di bagian wajah dekat mata korban mengalami lebam dan bengkak, termasuk di bagian punggung bagian kiri korban.

Reporter: Sudirman
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas