Home Hukum & Kriminal

Kejaksaan Poso Usut Dugaan Korupsi Mantan Bendahara

12
Hazairin SH. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Negeri Poso sedang melirik kasus dugaan korupsi yang tengah melanda salah seorang ASN  lingkup Pemkab Poso.

Bahkan bersangkutan sebagaimana informasi yang diperoleh awak media, sudah dipanggil pihak kejaksaan, meskipun belum dilakukan BAP, dirinya telah mengakui perbuatannya, demikian penjelasan Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasie Pidsus) Kejari Poso Hazairin SH, kepada wartawan Selasa 14 April 2021.

Dikatakan Hazairin, kasus dugaan korupsi ini muncul dikarenakan ada laporan, sehingga pihak kejaksaan melakukan cross cek serta melakukan pengumpulan data.

“Hasil pengumpulan data termasuk memanggil bersangkutan,  ternyata ASN yang diketahui sebagai bendahara disalah satu bagian sekretariat daerah tersebut  mengakui perbuatannya dalam hal ini penyalahgunaan keuangan negara, ASN tersebut  sudah pernah datang dan mengakui perbuatannya, pihak kejaksaan masih akan mendalami kasus ini,” tegas Hazairin.

Modus operandi ASN tersebut kata Hazairin, yaitu dengan memalsukan tanda tangan Kepala Bagian selaku KPA dan PPTKnya, dari sinilah semua dokumen pencarian dana terjadi dan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

“Pihak kejaksaan intinya terus memproses kasus ini karena merugikan keuangan negara, pekan depan bersangkutan akan kembali di panggil, kerugian negara untuk sementara dihitung kurang lebih 260 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pemeriksa di Inspektorat Daerah Poso yang tidak bersedia dikorankan namanya membenarkan hingga tahun kemarin sampai saat ini menemukan kerugian negara di lingkup sekretariat daerah.

“Benar bersangkutan WK yakni mantan bendahara di salah satu bagian di Pemkab Poso sudah dilakukan pemeriksaan khusus, hasilnya terjadi penyalahgunaan keuangan negara dan bersangkutan sudah mengakui nya, saat ini sedang proses hukum dan WK dipanggil kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu,  S, sebagai Kepala Bagian tempat WK bekerja saat dikonfirmasi, membenarkan kalau WK pernah sebagai bendahara dan saat ini sedang ada kasus dugaan korupsi yang melilitnya.

“Saya selaku Kabag bersama PPTK sudah dipanggil kejaksaan dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret WK, tanda tangan kami dipalsukan dalam dokumen, termasuk hak hak kami seperti honor kegiatan, seluruhnya dipalsukan, semoga kejaksaan dapat mengusut kasus ini,” tegasnya.

WK, mantan bendahara di salah satu bagian Pemda Poso, sejak kasus ini mencuat tidak pernah lagi masuk kantor.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas