Home Palu

Pakai Joki, Untad Diskualifikasi Peserta UTBK SBMPTN

79
BARANG BUKTI - Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Lukman (tengah) didampingi Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Munari (kiri) dan Yutdam Mudin, selaku Koordinator Pelaksana UTBK Untad, memperlihatkan barang bukti yang dipakai VO mengikuti UTBK SBMPTN dengan menggunakan joki, Selasa, 13 April 2021. (Foto: Ist/ Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id Satu orang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) tahun 2021 di Palu, Sulawesi Tengah,  terkena diskualifikasi.

Diskualifikasi dilakukan oleh Pusat UTBK SBMPTN Untad kepada peserta atas nama VO (18) karena terbukti memakai joki dalam mengikuti ujian yang berlangsung di SMKN 3 Palu, Selasa, 13 April 2021.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Dr Lukman Nadjamuddim M.Hum, menerangkan VO ditemukan oleh salah seorang pengawas UTBK yang mencurigai gerak-gerik VO.

Terlihat VO tidak tenang mengikuti ujian dengan selalu bergerak ke kiri dan ke kanan. Atas kecurigaan ini, pengawas melakukan pemeriksaan ke VO.

“VO ditemukan menggunakan baju kaos dalam warna hitam yang sudah didesain dan disesuaikan agar kamera gawai bisa menyorot soal yang tertera pada layar monitor komputer, sehingga peserta cukup menunggu arahan telepon dari joki yang sudah tersambung melalui gawai,” terang Lukman didampingi Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Munari dan Yutdam Mudin, selaku Koordinator Pelaksana UTBK Untad, Selasa, 13 April malam.

Padahal menurut Lukman,  Pedoman Operasional Baku (POB) UTBK SBMPTN Tahun 2021, telah melarang peserta membawa masuk gawai demi ketertiban ujian yang sedang berlangsung.

Pihak Untad disebut telah melaporkan peserta ke Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) terkait kecurangan yang dilakukan. Dari hasil diskusi pihak Untad dan LTMPT terkait kasus kecurangan tersebut, maka diputuskan bahwa yang bersangkutan didiskualifikasi sebagai peserta UTBK SBMPTN tahun 2021.

VO diketahui ikut tes Pusat UTBK Untad dengan pilihan S1 Akuntansi Universitas Hasanudin, Makassar. Lukman menambahkan barang bukti yang ditemukan di lapangan telah diamankan oleh pihak Untad.

Dia mengharapkan kepada seluruh tim pengawas harus lebih teliti dan cermat dalam memeriksa peserta sebelum masuk ke ruang UTBK, sehingga tidak terjadi lagi hal serupa.

“Saya berharap, para peserta yang akan mengikuti UTBK pada sesi selanjutnya agar melakukan persiapan secara serius, dengan belajar lebih tekun, tanpa menempuh cara yang illegal atau melibatkan pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab, seperti joki, dan lain-lain. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih hati-hati dan cermat melakukan pengawasan sebelum peserta memasuki ruang UTBK, agar kecurangan yang dilakukan peserta bisa terdeteksi lebih awal,” tandas Lukman. (*)

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas