Home Mutiara Ramadan

Meraih Pahala Ramadan

11
PAHALA BERLIPAT - Membaca Alquran di bulan Ramadan juga mendapatkan pahala yang berlipat ganda. (Foto: CNN)

Oleh: Zen Ibrahim*

RASULULLAH shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh anak Adam akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ta’ala berfirman: Kecuali amalan puasa. Amalan tersebut untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalas puasanya.” (Muslim)

Kebahagiaan tak terkira saat Ramadan mubarak penuh keagungan menyapa kita. Bulan banjir keberkahan, ketaatan, puasa, jihad dan bulan Al-Quran. Allah ta’ala telah mengistimewakan Ramadan dari bulan-bulan lainnya dengan menurunkan Al-Quran di dalamnya. Allah juga telah menjadikannya sebagai bulan paling utama untuk beribadah khususnya kewajiban puasa.

Banyak hadits mengungkap keutamaan puasa. Salah satu yang menarik adalah hadits qudsi yang dishahihkan oleh Imam Muslim rahimahullah di atas mengenai hitungan pahala puasa. Allah ta’ala berfirman: “Aku sendiri yang akan membalas puasanya.”

Redaksi hadits menunjukkan penggandaan amal pahala yang terus menerus berkembang tanpa batas terserah pada kehendak Allah. Dalam Al-Quran juga terdapat ayat yang menyebutkan pahala unlimited seperti pada firman-Nya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu menyebutkan puasa adalah kesabaran. Sedangkan sabar itu ada tiga macam yaitu sabar menjalankan ketaatan, sabar meninggalkan kemaksiatan, dan sabar atas keinginan diri.

Seluruh macam kesabaran tersebut terkumpul pada puasa; sabar meninggalkan syahwat (makan, minum dan kemaluan), sabar meninggalkan maksiat dan sabar menjalankan ketataan. Inilah yang dimaksudkan dalam firman Allah dalam surat Az-Zumar 10, Allah memberi pahala tanpa batas bagi orang yang berpuasa.

Pada asalnya, seseorang yang melakukan kebaikan Allah akan lipatgandakan pahalanya sebanyak 10 kali seperti dalam surat Al-An’am 160: “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.”

Ini adalah asal, setelah itu pahala berkembang sesuai dengan berbagai faktor seperti jenis amalannya, derajatnya, keutamaannya, waktu dan keikhlasan seseorang. Sebab itu Allah berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir (sanabil), pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Al-Baqarah: 261)

Kebaikan dilipatgandakan menjadi 700 kelipatan dan Allah menambah kelipatannya lebih banyak dari itu sampai tak terhingga.

Walhasil makna “Kecuali amalan puasa. Amalan tersebut untuk-Ku,” tidak ada yang mengetahui besarnya pahala puasa kecuali Allah. Allah akan melipatgandakannya tanpa batas.

(* Dosen Perguruan Tinggi Tahfizhul Quran dan Entrepreneur Insan Karima Klaten Jateng)

Ayo tulis komentar cerdas