Home Hukum & Kriminal

Anggota MIT Dinyatakan Bebas dari LPKA Palu

22
Narapidana kasus terorisme, M Irham (Tengah), didampingi Danrem 132/TDL Brigadir Jenderal Farid Ma’ruf dan Kepala Bidang Keamanan Kemenkumham Sulteng, J Tangkudung. (Foto: Dok. Syam)
  • Sebelumnya Jalani Hukuman Vonis Dua Tahun Penjara

Palu, Metrosulawesi.id – Narapidana kasus terorisme, M Irham akhirnya dinyatakan bebas oleh pihak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, Rabu 14 April 2021 siang. Sebelumnya, Irham divonis selama dua tahun penjara atas kasus terorisme dan diduga menjadi anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Pemuda asal Desa Mapane, Kecamatan Poso Pesisir,kabupaten Poso ini telah menjadi hukuman satu setengah tahun penjara.

Pelepasan terpidana  M Irham ini disaksikan langsung Komandan Korem 132/Tadulako Brigadir Jenderal Farid Ma’ruf dan Kepala Bidang Keamanan Kemenkumham Sulteng, J Tangkudung, Kepala LPKA Kelas II Palu, Irpan dan Kasiter Korem 132/Tadulako, Kolonel Abdul Rahman.

Selama menjalani tahanan, Danrem memang banyak andil dalam memberikan pembinaan kepada M Irham selama di lapas untuk tidak terjebak dan terlibat dalam faham radikalisme.

Di sela-sela pelepasan Irham, Danrem menyampaikan jika pihaknya memang bekerjasama dengan kemenkumham Sulteng dalam membina narapidana yang terpapar paham radikal. Dan upaya tersebut berhasil, dimana Irham sudah berjanji untuk tidak kembali dan terpengaruh dengan faham sesat.

“Kita bersyukur, ananda Irham sudah insaf dan berjanji tidak akan kembali ke faham radikal tersebut.  Kita akan bantu dia kembalikan ke kakaknya di Bone untuk bersekolah, Kami akan pantau dia,’’ tandasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Keamanan Kemenkumham Sulteng, J Tangkudung menyampaikan terima kasihnya kepada danrem 132/tadulako yang telah banyak membantu dalam memberikan pembinaan terhadap M Irham.

Selama ini, kata Tangkudung, pihaknya memang bekerjasama dengan Korem 132/Tadulako dalam menjalankan program deradikalisasi terutama kepada narapidana terorisme yang menghuni Lapas Kelas II Palu. Ia menyebutkan untuk narapidana anak yang terlibat kasus terorisme hanya satu orang (M Irham,red) sedangkan untuk anak-anak yang menjadi narapidana di LPKA Kelas II Palu sebanyak 53 orang.

Sementara itu, M Irham yang akhirnya dinyatakan bebas menyampaikan terima kasihnya kepada Danrem 132/Tadulako dan Kemenkumham Sulteng. Dengan mata berkaca-kaca, ia berjanji tidak akan mengulang perbuatannya dan terlibat lagi dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Irham mengaku tidak akan kembali lagi ke Poso melainkan akan ikut bersama kakak kandungnya ke Bone untuk melanjutkan pendidikannya.

“’Insya allah saya tidak akan berbuat salah lagi. Saya akan ikut kakak ke Bone untuk sekolah,’’ ujarnya.

Reporter: Djunaedi – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas