Home Banggai Kepulauan

10 Unit Airsoft Gun Diamankan dari Warga

15
DIAMANKAN - Polisi saat menunjukan Senjata Airsoft Gun yang disita dari warga. (Foto: Dok. Polres Bangkep)
  • Wujud Polres Bangkep Cegah dari Penyalahgunaan Senjata

Banggai, Metrosulawesi.id – Kepolisian Resor (Polres) Banggai Kepulauan (Bangkep), Kamis 15 April 2021, mengamankan 10 unit senjata jenis Airsoft Gun yang dimiliki masyarakat.

KBO Sat Intelkam Polres Bangkep, Ipda Muh. Ruhil Newton Sugiarto, SH, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 16 April 20, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah mengamankan 10 Unit Airsoft Gun berbagai jenis milik masyarakat.

“Hal ini dikerenakan senjata tersebut tidak dilengkapi dengan syarat-syarat dan dokumen kepemilikan secara resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan juga dilakukan untuk sebagai bentuk pengawasan Polri dan pendataan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ipda Ruhil mengatakan, langkah-langkah tersebut dimaksudkan guna mencegah penyalahgunaan dan penggunaan Airsoft Gun dalam berbagai tindak pidana selain itu agar memudahkan pengawasan, pendataan, registrasi dan pangaktifan unit Airsoft Gun tersebut.

“Banyak dari penggemar unit Airsoft Gun belum mengerti mengenai hukum, prosedur dan juga penggunaan senjata replika / mainan tersebut, kepemilikan dari Airsoft Gun ini tidak bisa sembarangan, di dalam proses kepemilikannya terdapat beberapa ketentuan yang berlaku dan juga tidak bisa sembarangan di dalam menggunakannya,” jelasnya.

“Peraturan yang harus dipatuhi dalam hal ini adalah Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Dan Pengendalin Reflika Senjata Janis Airsoft Gun dan Pain Ball, peraturan ini dimaksudkan untuk mengawasi dan mengontrol penggunaan, penerbitan izin, pengawasan, dan pengendalian unit Airsoft Gun dan Pain Ball untuk olahraga oleh kepolisian,” tambahnya.

Dalam hal ini Ipda Ruhil juga menjelaskan, perijinan dari kepemilikan Airsoft Gun tersebut hanya bisa digunakan untuk olahraga menembak dan tidak boleh digunakan untuk kejahatan, namun jika terbukti digunakan untuk berbuat kejahatan maka dapat diproses secara hukum, oleh sebab itu para pemilik Unit Airsoft Gun harus mempelajari dan mempedomani Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Dan Pengendalin Reflika Senjata Janis Airsoft Gun dan Pain Ball.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangkepm, maupun Kabupaten Balut yang memiliki Unit Airsoft Gun, Air Gun, Senjata Agin, Senjata rakitan agar pada kesempatan pertama segera melaporkanya kepada Kepolisian guna dilakukan pendataan dan apabila nanti di kemudian hari ditemukan penggunaan unit maupun senjata tersebut maka kami akan memproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas