Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah sudah menyalurkan 19 unit ambulance sepanjang tahun 2021 yang bersumber dari Pokir anggota dewan. (Foto: PKS)

Palu, Metrosulawesi.id – Melalui Biro Kesra Sekretariat Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, tahun anggaran 2021 ini, dialokasikan bantuan 19 unit ambulance melalui anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, dari total 19 unit ambulance tersebut, 10 di antaranya adalah bantuan ambulans yang teralokasi dari Anggaran Pokir anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, tahun anggaran 2021,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofiah, S.Ag, MH, dalam keterangan resminya, Kamis 11 November 2021.

10 ambulance yang dialokasikan melalui anggaran Pokir anggota DPRD Sulteng Fraksi PKS tahun ini, rinciannya, di Kota Palu, atau melalui anggaran Pokir Hj Wiwik Jumatul Rofiah, dua unit. Kemudian untuk Kabupaten Banggai dua unit dan Kabupaten Bangkep satu Unit, yang merupakan Pokir Sri Atun. Kemudian melalui Pokir Hj Fatimah Amin Lasawedi, teralokasi bantuan ambulans di Kabupaten Morowali, Poso dan Kabupaten Tojo Unauna masing-masing satu unit. Terakhir, melalui Pokir Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sulteng, H Tahir M Siri, dialokasikan bantuan dua unit ambulans untuk Kabupaten Donggala.

Penyaluran bantuan ambulance ini, menurut Wiwik, sapaan akrab Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai komitmen anggota DPRD dari PKS, untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, sebagai bentuk tanggung jawab kami, dalam pengalokasian Pokir, kami lebih banyak melalui program Bantuan Sosial (Bansos) dan sangat sedikit mengalokasikan di kegiatan fisik. Artinya, kalau bantuan melalui Bansos, semuanya turun dan dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Wiwik.

Demikian pula dalam hal penggunaan ambulance, walaupun merupakan hasil perjuangan anggota DPRD dari PKS, melalui Pokir, namun semua masyarakat, tanpa melihat latar belakang sosial, bahkan tanpa melihat pilihan politik, semuanya berhak untuk menggunakan ambulans, yang pengelolaan dan pemeliharaannya, telah diserahkan kepada yayasan atau masjid.

“Inilah bentuk khidmat kami untuk masyarakat, insya Allah akan terus memberikan manfaat bagi semua, untuk Indonesia dan Sulawesi Tengah yang lebih baik,” tandas Wiwik.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas