Abdillah Wahyudi. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagai bentuk komitmen untuk melakukan pelayanan maksimal, PT Bank Muamalat Tbk Kantor Cabang Palu hingga kini terus berupaya mempermudah nasabahnya melalui produk tabungan dan pembiayaan porsi haji.

Demikian disampaikan oleh Branch Manager PT Bank Muamalat Tbk Kantor Cabang Palu, Abdillah Wahyudi saat ditemui Metrosulawesi di kantornya Jalan Prof. Mohammad Yamin, Kota Palu, Rabu, 1 November 2021.

Kata dia, saat ini pihaknya secara intens mengajak seluruh nasabah setianya untuk segera menabung di Bank Muamalat. Abdillah juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi, tercatat nasabah di Bank Muamalat cabang Palu daftar tunggu porsi haji sekitar 20 tahun.

“Maka dari itu disarankan daftar sekarang dan menabung lewat Bank Muamalat. Kalau pun nasabah yang belum punya dana tunai sebesar Rp25 juta kami siap membantu dengan produk pembiayaan multiguna dalam waktu singkat dan proses cepat,” katanya. 

“Di mana angsuran juga sangat ringan dengan jangka waktu satu sampai lima tahun,” tambahnya.

Menurutnya, sektor pembiayaan haji di Sulteng kini sudah menunjukkan geliat pergerakan ekonomi. Sebab selama dua tahun terakhir pemerintah telah meniadakan pemberangkatan haji.

“Tidak menutup kemungkinan tahun depan kuota pemberangkatan jamaah haji akan kembali dibuka. Jumlah penabung yang masih tetap ada di Bank Muamalat Cabang Palu tercatat kurang lebih hampir mencapai sekitar 6.000-an nasabah haji,” kata Abdillah.

Diungkapkannya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah sah menjadi pemilik mayoritas di PT. Bank Muamalat Tbk dengan nilai saham sebesar 78,45 persen. Kepemilikan saham mayoritas ini setelah BPKH menerima hibah saham Bank Muamalat.

“Hibah berasal dari Islamic Development Bank, Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDF Investment Foundation, dan BMF Holding Limited sebanyak 7,903 miliar saham atau setara dengan 77,42 persen, sehingga total kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat menjadi 78,45 persen,” ungkapnya.

Sementara, kata dia,  BPKH menerima hibah Bank Muamalat ini tiga kali, yaitu 21 Juni, 15 dan 16 November 2021. Menurut Abdillah, pengalihan saham dilakukan dalam rangka memiliki, mengoperasikan, dan mengembangkan usaha BPKH di bidang perbankan syariah.

“Jadi BPKH kini menjadi pemegang saham pengendali Bank Muamalat dari transaksi hibah. Transaksi ini dikecualikan dari pengumuman dan Pelaksanaan Tender Offer Wajib sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka,” pungkasnya.

Sebagai informasi, BPKH merupakan badan hukum publik yang dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 110/2017 tentang Badan Pengelola Keuangan Haji, sebagai amanat dari Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas