Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah Periode 2019-2024 Dr. Muhammad J. Wartabone (kiri) didampingi oleh Dr. H. Agus Tripriyono, SE, M.Si, Ak, CA Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pengemdangan Aset dan SDA. (Foto: Istimewa)

Sumut, Metrosulawesi.id – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah Periode 2019-2024 Dr. Muhammad J. Wartabone mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mendorong sinergi antar lembaga keuangan mikro untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Hal ini tersebut selaras dengan tugas dan fungsi Dr. Muhammad J. Wartabone sebagai Komite IV DPD RI yakni pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang, kali ini fokus kepada UU No. 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro.

“Saya apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatra Utara mengeluarkan berbagai kebijakan dan regulasi untuk melindungi lembaga keuangan mikro, sehingga mampu bersaing di era global dan mampu berperan secara strategis dan sinergi,” ungkap Buya sapaan akrab senator asal Sulteng ini, Senin (29/11/2021).

Diketahui, Pemprov Sumatra Utara memaksimalkan eksistensi lembaga keuangan mikro, seperti bank perkreditan rakyat (BPR), koperasi, dan lembaga perkreditan desa (LPD), untuk menggerakkan kembali sektor perekonomian.

Menurut Doktor Alumni Universitas Hasanuddin ini, lembaga keuangan mikro dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha ultramikro dan usaha mikro yang permodalannya relatif kecil, namun berada pada sektor riil.

“Langkah-langkah ini dapat ditiru oleh daerah lain untuk menghidupkan sektor ekonomi dengan berbagai langkah konkret dari yang ultramikro sampai sektor keuangan yang besar agar kita mempercepat pemulihan dan stabilitas
ekonomi lokal,” tegas alumni Pondok Pesantren Darut Tauhid Malang tersebut.

Muhammad J Wartabone menambahkan Pada 2021, Wujud Komitmen OJK dalam mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) melalui Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM di daerah khususnya di Wilayah Provinsi Sumatra Utara dalam rangka Pemulihan Ekonomi Daerah sangat terlihat responsif.

Apalagi, lanjut dia, disisi lain tingkat sinergitas pengembangan UKM di Sumatera Utara lebih terlihat meningkat dengan melihat pilot project PNMDigi kepada nasabah dan optimalisasi PNMDigi untuk 15% nasabah terhadap roadmap 2022.

“Dalam konteks tersebut, lembaga keuangan mikro memiliki peran yang begitu strategis untuk memulihkan kembali tingkat perekonomian Provinsi Sumatra Utara yang terdampak COVID-19,”
ujar santri Alumni Pondok Pesantren Alkhairat Palu.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel JW. Marriott Kota Medan, terlihat hadir dalam kegiatan tersebut Dr. H. Agus Tripriyono, SE, M.Si, Ak, CA Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pengemdangan Aset dan SDA,
mewakili PNM Provinsi Sumatra Utara Anton Fahlevie selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Dicky Fajriansyah (Kadiv. PBM III), Afian Langkawane

Adapula Pimpinan Cabang Medan, Indra Irawan – Pimpinan Cabang Kabanjahe, Yandri Maroli Pimpinan Cabang Pematang Siantar. Kemudian turut hadir juga dari OJK, Bapak Yusup Ansori selaku Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Untung Santoso, Direktur Pengawasan LJK Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Anton Purba,

Deputi Direktur Pengawasan LJK 2 dan Perizinan Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara Andi Muhammad Yusuf Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan Kemitraan Pemerintah Daerah Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Mangasi Yusliani G – Deputi Direktur Pengawasan LJK 1 Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas