Kasat Reskrim Polres Donggala, IPTU Yogi Prasetya. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kapolres Donggala melalui Kasat Reskrim Iptu Yogi Prastiya S.I.K segera menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan alat sidik jari (finger print) tahun anggaran 2019.

“Tetap jalan, kami akan tuntaskan kasus ini, saat sekarang masih melengkapi dokumen yang diminta BPK,” kata Ipda Yogi Prastiya S.I.K di kantornya, Senin 29 November 2021.

Ia menjelaskan menuntaskan kasus korupsi diperlukan ketelitian dan tidak asal kerja. Selain itu, kendala keterangan saksi utamanya dari pihak sekolah yang sebahagian pindah tugas menjadi pemicu lambatnya penanganan perkara ini.

“Mohon doanya perkara ini harus tuntas, setelah kami menyempurnakan dokumen yang diminta BPK, kami kemudian akan meminta rekomendasi dari BPK,” sebutnya.

“Jika dokumen telah lengkap dan ada rekomendasi hasil pemeriksaan (audit) kami akan gelar perkara,” sebutnya lagi.

Ditanya apakah tahun ini polisi sudah bisa menetapkan tersangka, Yogi menjawab perkara ini akan berjalan dengan langkah tegap. “Mohon doanya ya. Perkara ini akan tuntas dan akan berjalan dengan tegap,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya pada 23 Oktober Sugimulyono adalah salah satu pejabat di BPKP Sulteng yang membidangi APD (akuntabilitas pemerintah daerah) kepada wartawan mengatakan bukti atau dokumen dari penyidik Polres belum lengkap.

“Cuma buktinya belum cukup. Masih ada beberapa sekolah yang belum ada datanya dan belum diminta keterangannya sama penyidik,” jawab Sugimulyono dihubungi via WA, Sabtu (23/10/2021).

Diketahui Diketahui, absen sidik jari atau disebut fingerprint adalah proyek pengadaan tahun 2019.  Program ini diperuntukkan bagi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Donggala.

Di tengah perjalanannya proyek pengadaan yang melekat di Dinas Pendidikan ini mengalami permasalahan. Penyebabnya, harga barang terlalu tinggi sehingga para penerima manfaat (kepsek SD) merasa kesulitan membayarnya. Akibatnya, program pengadaan fingerprint ini berbuntut hukum. Pada 5 Desember tahun 2019 Polres Donggala menerima aduan dengan laporan polisi  LP-A/239/XII/2019/Reskrim/Res-Dgla, tanggal 05 Desember 2019 untuk ditindaklanjuti.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas