Kaleb Tokii. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Kaleb Tokii, mengungkapkan 2022 telah dicanangkan sebagai tahun toleransi.

“Untuk mempersiapkan itu, moderasi beragama yang sudah harus dimantapkan bagi tiap-tiap pemeluk agama,” ungkap Kaleb, Minggu 5 Desember 2021.

Dia menjelaskan moderasi beragama didalamnya membangun kebersamaan antar individu atau golongan tanpa menbeda-bedakan agama. Salah satu momentum yang diharapkan memantapkan moderasi beragama melalui perayaan Natal 2021.

“Kita berharap dengan adanya damai Natal akan membuat gereja-gereja dan jemaat memiliki yang disebut moderasi beragama,” tandas Kaleb.

Sebelumnya, telah dilaksanakan orientasi pelopor penguatan moderasi beragama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng. Kakanwil Kemenag Sulteng, H Ulyas Taha, mengungkapkan penguatan moderasi beragama merupakan sesuatu yang sangat penting, sebagai respon atas kondisi Indonesia yang majemuk dan sangat lekat dengan kehidupan beragama.

“Dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh keragaman dalam masyarakat, konsep moderasi beragama hadir untuk menciptakan sikap dan perilaku moderat, sebab moderasi beragama merupakan perekat umat beragama juga komitmen kebangsaan,” kata Ulyas.

Ulyas mengatakan, terdapat empat komitmen kebangsaan terkait indikator moderasi beragama, diantaranya adalah toleransi, anti kekerasan, adab fitrah, dan budaya lokal. Keempat hal ini hendaknya digaungkan pasca kegiatan berakhir, dan seluruh peserta menjadi pihak yang menyebarkan pesan ini secara langsung baik di lingkungan pendidikan, pekerjaan, maupun di lingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, peserta orientasi pelopor penguatan moderasi beragama merupakan pejabat Eselon III dan IV serta pejabat fungsional tertentu di lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas