Ramlan. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) akan kembali melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) bagi mahasiswa pada 2022. Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Untad, Dr H Ramlan MP, mengatakan pelaksanaan KKN di tengah pandemi Covid-19 akan menyesuiakan keputusan pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

“Tergantung keputusan pak menteri, kalau diputuskan kuliah kembali reguler seperti biasa, kami juga KKN secara normal. Kalau sudah normal berarti KKN-nya bukan seperti sekarang ini,” ujar Ramlan, Kamis 2 Desember 2021.

Ramlan menyebut sepanjang 2022, Untad akan melaksanakan KKN sebanyak lima kali. Selain itu, ada tiga di luar yang telah menjadi agenda akademik diantaranya KKN tematik, kerjasama, dan inisiatif.

“KKN inisiatif itu misalnya ada mahasiswa berkumpul di Pulau Togean, lalu ingin melakukan observasi Pulau Togean, melapor ke Untad, kami akan SK-kan dengan memberikan pembimbing,” ucapnya.

Disebutkan, dalam masa pandemi Covid-19 tahun ini, Untad tetap melaksanakan KKN sebanyak lima kali. Pelaksanannya diarahkan untuk penguatan masyarakat tangguh yang komunikatif di masa pandemi.

Rektor Untad, Prof Mahfudz, menyampaikan apresiasi kepada jajaran LPPM atas terlaksananya kegiatan KKN meski berada dalam situasi pandemi. Namun Prof Mahfudz memberi perhatian khusus terkait pendistribusian mahasiswa peserta KKN.

“Distribusi mahasiswa yang mengikuti KKN per fakultas dan per prodi belum cukup merata. Padahal kegiatan KKN adalah kegiatan yang strategis dari sisi pemenuhan kurikulum. Sementara, terdapat prodi yang tidak ada mahasiswanya yang melakukan KKN, padahal keterlibatan mahasiswa dalam proses KKN akan mempengaruhi proses penyelesaian studi ke depannya,” ujar Rektor saat pembekalan mahasiswa KKN angkatan 96, secara virtual pada Rabu 15 September 2021.

Rektor mengharapkan pelaksanaan KKN di masa pandemi harus terus dikontrol terlebih dalam penerapan protokol kesehatannya.

“KKN Kali ini temanya cukup menarik, kita harus membangkitkan dan memberdayakan masyarakat , supaya menjadi masyarakat yang tangguh, tangguh di sini artinya tidak putus asa menghadapi pandemi dan harus mampu menyesuaikan serta beradaptasi,” tandas Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas