Ilustrasi. (Foto: Ist/ google.co.id)
  • Mengaku Kasihan sama Anak Istri, Tetapi Keluar Masuk Bui

Palu, Metrosulawesi.id – Mengaku kasihan terhadap istri dan anak, tetapi Ridwan Sango tidak menyadari kalau dirinya yang kembali mendekam dibalik terali besi (penjara) sesungguhnya telah menyengsarakan istri dan anaknya.

“Sudah sering terdakwa masuk penjara, apa terdakwa tidak kasihan sama istri dan anak,” tanya ketua majeli hakim Zaufi Amri SH kepada terdakwa Ridwan Sango yang mengikuti persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu 1 Desember 2021.  “Kasihan yang mulia,” ungkap Ridwan Sango menjawab pertanyaan tersebut.

Ridwan sango merupakan terdakwa yang tengah diadili karena terjerat perkara dugaan tindak pidana penggelapan sepeda motor. Berdasarkan data di Pengadilan, Ridwan Sango ternyata telah lima kali diadili karena terjerat pidana. Selain penggelapan, dia juga pernah dijerat dengan kasus dugaan penipuan dan pencurian.

“Apalagi alasan terdakwa kemudian harus mengaku menyesal,” tanya Zaufi.

Zaufi menanyakan demikian, karena disidang-sidang sebelumnya terdakwa juga pernah mengatakan menyasali perbuatannya, namun kenyataannya terdakwa masih juga melakukan perbuatan yang harus mengantarkannya ke penjara.  

“Bukannnya terdakwa pernah mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi, karena mengaku punya istri dan anak,” terang Zaufi.

Ketua majelis hakim tersebut juga kembali menasehati terdakwa dengan mengingatkan tentang ibunya.  Kata Zaufi, ibunya dahulu harus berjuang mati matian dan kesakitan untuk melahirkannya selanjutnya membesarkannya dengan harapan besar bahwa akan menjadi laki-laki yang baik dan berguna bagi keluarga.

“Tapi sebaliknya ibumu bukannya kau bahagiakan dan kau rawat , tetapi malah harus menanggung malu atas perbuatanmu,” tutur Zaufi lagi.

“Terlebih lagi istri dan anakmu. Ia, mungkin terdakwa di dalam penjara bisa tertawa senang-senang bersama warga binaan lain. Makan tidur terjamin, berolah raga kapan saja. Tapi istri dan anakmu apa terdakwa merasakan kalau mereka diluar sana hidup senang, makan enak dan bisa tertawa bahagia?, apa terdakwa tidak kasihan sama mereka,” sambung Zaufi.

Setelah itu kemudian Zaufi menutup nasehatnya dengan mengingatkan Ridwan semua itu kembali terhadap diri terdakwa. Namun Zaufi tetap megharapkan agar setelah perkara itu terdakwa bisa benar-benar menyadarinya dan kembali menjadi keluarga dan masyarakat yang baik.

“Kalau terdakwa susah, lakukan saja hal yang kemudian harus menyusahkan diri terdakwa sendiri. Jangan orang lain, apalagi orang disekitarmu. Kasian mereka yang menyayangimu,” tandas Zaufi.

Untuk sidang selanjutnya, terdakwa Ridwan akan menjalani agenda penuntutan. Sidang agenda penuntutan itu tidak dijadwalkan selama sepekan lagi, melaikan Kamis 2 Desember 2021 besok (Hari Ini, Red).

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas