Home Inspirasi

Buat Pupuk Kompos dari Sampah Organik di Rumah

9
BUAT KOMPOS - Salah seorang siswa SMPN 1 Palu, saat mempresentasekan cara membuat kompos dari bahan organik dari rumahnya melalui video yang dikirimkanya ke pihak sekolah, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Dewa Ruci Rachel, Siswa SMPN 1 Palu Kreatif di Masa Pandemi Covid

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ternyata bisa memotivasi siswa untuk berbuat kreatif. Seperti yang dilakukan siswa SMP Negeri 1 Palu. Selain melakukan PJJ, siswanya juga belajar memanfaatkan sampah rumah tangga. Berikut laporannya.

LAPORAN: MOH FADEL

DI masa pandemi Covid-19 peserta didik SMP Negeri 1 Palu, selain mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah, juga melakukan aktivitas kreatif yang menarik dengan membuat pupuk kompos terbuat dari berbagai sampah rumah tangga organik.

Salah seorang siswa SMPN 1 Palu yang duduk di kelas VIII Dewa Ruci Rachel, tampil dalam video yang diunggahnya untuk mempresentasikan cara membuat kompos dari sisa makanan yakni kulit buah dan sayuran.

“Langkah pertama adalah menyiapkan alat-dan bahan yang diperlukan, tentunya untuk bahan yang disediakan adalah sisa makanan seperti kulit buah ataupun sayuran, kemudian alat yang diperlukan talenan, pisau, dan juga wadah atau plastik yang dapat di tutup,” kata Rachel.

Setelah menyiapkan bahan, Rachel menjelaskan, cara pembuatan kompos pertama bahan-bahan yang disediakan seperti kulit pisang dan sayuran dipotong kecil-kecil, dengan tujuan untuk mempercepat proses pembusukan.

“Kali ini saya membuat kompos dari bahan kulit pisang, kulit kentang, dan sisa sayuran dari labu siam, setelah semua bahan dipotong kecil-kecil kemudian ditaruh ke wadah plastik yang tertutup. Setelah itu selama proses penyimpanan kompos tidak boleh terkominasi air dan penutup wadahnya tidak boleh dibuka, dan membutuhkan waktu beberapa minggu sampai siap menjadi pupuk alami,” jelasnya.

Menurutnya, harus membutuhkan beberapa minggu hingga kompos mengalami pembusukan, dan ingat bahan-bahan yang disiapkan tidak boleh terlalu berbau tajam dan menyengat, karena itu dalam memperlambat proses pembusukan.

Menanggapi apa yang dilakukan siswanya itu, Kepala SMPN 1 Palu, Hj Farida Batjo, mengatakan masa pandemi bukan alasan untuk tidak berbuat.

“Pandemi ini bukan alasan bagi peserta didik untuk bermalas-malas. Mereka tetap melakukan aktivitas yang positif dan bermanfaat. Olehnya mereka membuat pupuk kompos dari bahan organik seperti kulit pisang, daun-daun dan sayur-sayuran lainnya,” katanya.

Farida sangat mengapresiasi, atas aktivitas yang dilakukan peserta didiknya tersebut. Menurutnya kegiatan itu merupakan wujud nyata implementasi dari SMPN 1 Palu sebagai sekolah adiwiyata.

“Peserta didik kami memang dianjurkan harus melakukan aktivitas yang positif dan bermanfaat selama melaksanakan pembelajaran di rumah,” ungkapnya.

Olehnya itu, Farida mendorong, para siswanya agar selalu melakukan aktivitas positif di masa pandemi ini. Selain itu juga diharapkan agar dapat terus meraih prestasi.

“Anak-anakku mari tetap semangat, tetap terus melakukan hal yang bukan hanya saja menghasilkan prestasi, tetapi tetap melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirimu maupun lingkungan sekitar mu,” katanya.

Selain itu Farida mengatakan, saat ini pelajaran tetang adiwiyata telah tertuang dalam RPP, olehnya itu guru diharap perlu memanfaatkanya, sehingga para siswa mengetahui bahwa adiwiyata ini penting.

“Untuk menuju adiwiyata mandiri tentunya harus mempunyai sekolah binaan, maka kami membina SMPN 15 Palu yang menuju ke tingkat nasional, kemudian SMPN 6 menuju tingkat provinsi, serta SDN 25 menuju tingkat provinsi, beberapa sekolah ini kami sedang bina,” ujarnya.

“Bahkan beberapa program kami sampaikan kepada sekolah binaan itu, salah satunya adalah program yang kami ajarkan kepada peserta didik yakni membuat kompos dari de-daunan, bahan makanan, serta lainya. Bahkan pembuatan kompos ini di video oleh siswa dari rumah, dan ini menjadi salah satu penilaian sekolah,” ujarnya.

Bahkan kata Farida, karena saat ini lagi musim bunga, beberapa kompos hasil karya siswa itu mereka gunakan untuk menanam bunga. (**)

Ayo tulis komentar cerdas