Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Plt Kadisdikbud: Ini Perintah Pak Gubernur

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Yudiawati Vidiana menegaskan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 tahun 2017 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Jenjang SMA, SMK dan SLB, akan dicabut oleh Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Dengan kebijakan bapak Gubernur Sulteng yang baru, bahwa memang Pergub ini akan dicabut dan bahkan proses pencabutan sudah dilaksanakan. Bahkan proses dicabutnya Pergub pungutan itu telah belum lama ini sudah melalui Biro Hukum, bahkan kemarin juga sudah dikonsultasi ke Kemendagri, sehingga kita tinggal menunggu,” kata Yudiawati, di ruang kerjanya, Selasa, 21 September 2021.

Setelah dicabutnya Pergub ini, kata Yudiawati, akan ada solusi dari Pemerintah, sebab menurut bapak Gubernur dan pak Wagub, pemerintah akan memberikan bantuan kepada semua sekolah di kabupaten dan kota yang berada di bawah kewenangan provinsi, yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah utamanya soal gaji guru honorer.

“Sejak pandemi Covid-19 sesuai informasi jug saya dapatkan, memang beberapa sekolah sudah tidak menarik lagi pungutan ke para orang tua siswa, karena pihak orang tua merasa tidak ada lagi proses belajar mengajar, sehingga mereka tidak memungut lagi,” ujarnya.

Menurut Yudiawati, memang pungutan itu diperuntukan untuk membayar guru honorer, sehingga nantinya jumlah para pendidik honorer ini akan dihitung kembali. Karena saat ini pihaknya sementara menunggu proses rekrutmen PPPK.

“Jika sudah ada beberapa guru honorer lulus di PPPK itu, maka sisanya nanti kami akan data untuk diperhatikan terkait gajinya,” ungkapnya.

Namun kata Yudiawati, sesuai pantauannya kemarin terkait rekrutmen PPPK memang hasilnya tidak menggembirakan, banyak sekali ternyata guru yang tidak lulus. “Ini juga menjadi perhatian kami, mungkin disebabkan karena faktor usia atau seleksi yang dilakukan begitu ketat,” katanya.

Yudiawati mengatakan, pencabutan Pergub pungutan ini memang sesuai perintah Gubernur, karena ada sebuah program pendidikan gratis yang akan diwujudkan pak Gubernur Rusdy Mastura dan Wagub Ma’mun Amir.

“Kami berharap persoalan pendidikan di Sulteng dapat ditertangani, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, disebab karena adanya pungutan di sekolah,” imbuhnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas