dr. Revi Tilaar. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Pasien dan keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi mengeluhkan fasilitas yang rusak seperti toilet dan pendingin ruangan (AC).

“Yang menjadi keluhan warga Parigi Moutong saat mereka dirawat di RSUD Anuntaloko tersebut yakni soal pelayanan dan banyak fasilitas di RSUD itu tidak berfungsi atau rusak,” ungkap Sukiman Tahir, Anggota DPRD Parimo baru-baru ini saat rapat dengar pendapat (RDP).

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Revi Tilaar, memohon maaf atas pelayanan dan kekurangan fasilitas yang ada di RSUD Anuntaloko Parigi yang saat ini sedang mengalami kerusakan akibat gempa bumi 2018 lalu.

“Saya selaku Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, memohon maaf kepada warga Parigi Moutong atas pelayanan dan kekurangan fasilitas yang tidak memuaskan bagi pasien,” ungkap dr. Revi Tilaar pada sejumlah wartawan, Senin 21 Juni di Parigi.

Lanjut dia, kerusakan fasilitas yang ada di RSUD Anuntaloko tersebut yakni di ruang Akasia lantai empat itu memang pipa air yang ke WC rusak akibat gempa bumi tahun 2018 lalu.

“Akibat gempa tahun 2018 lalu memang beberapa pipa rusak, malah ada yang patah, bocor dan tersumbat. Sehingga, pada saat saya menjabat sebagai Direktur di RSUD Anuntaloko ini, fasilitas khususnya WC memang dari lantai satu sampai lantai empat mengalami kerusakan. Dengan melihat kondisi tersebut saya langsung memerintahkan Tim Sanitasi untuk segera melakukan perbaikan pada sejumlah pipa yang mengalami kerusakan itu dan menyiramkan bagian yang tersumbat menggunakan cairan penghancur,” terangnya.

Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya menganggarkan perbaikan fasilitas khususnya WC senilai Rp1,4 miliar. Akan tetapi, menempuh jalan lain dengan membeli cairan khusus untuk saluran pipa yang tersumbat.

“Kami hanya membeli cairan penghancur, dan ternyata cairan penghancur tersebut dapat mengatasi masalah pipa yang tersumbat. Yang mana kami beli cairan tersebut sebanyak 24 botol dengan harga kurang lebih Rp.10 juta,” kata Revi.

Ia menambahkan, pihaknya berupaya melakukan perbaikan pada pipa yang rusak dan tersumbat itu, mulai dari lantai satu hingga lantai empat dan telah berfungsi seperti biasanya. Hanya saja pipa yang ada di lantai dua itu belum berfungsi.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas