Eda Nur Ely. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari tiga provinsi yang mengalami peningkatan penjualan terbesar di marketplace Tokopedia selama pandemi.

Indikasi ini, seharusnya jadi perhatian para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM) untuk memanfaatkan marketplace sebagai pasar baru dalam meningkatkan omzet penjualan produk.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopukm) Sulawesi Tengah Eda Nur Ely, UMKM dari sisi produksi, pemasaran maupun pembiayaan sangat terdampak pandemi Covid-19. Sehingga perlu upaya dari berbagai pihak, terutama pemerintah, dalam mengatasi hal itu.

Upaya-upaya yang perlu dilakukan antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan proses bisnis, akses pasar dan pmbiayaan.

“Untuk itu, telah difasilitasi mendorong pelaku UMKM ke platform digital. Selanjutnya untuk mengakselerasi proses digitalisasi UMKM,” kata Eda kepada Metrosulawesi, Rabu 20 Oktober 2021.

Peluang UMKM di pasar digital harus segera diambil. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengakses pasar berbasis digital itu. Sehingga pemerintah pun berupaya untuk terus mendorong UMKM untuk melek digital.

“Perlu upaya melaksanakan pelatihan dan bimtek terkait digitalisasi UMKM, termasuk pemanfaatan TI dan pemasaran online. Menambah jangkauan reseller produk atau e-brochure,” ujarnya.

“Alhamdulillah, Diskopukm juga telah memfasilitasi kerjasama dengan Telkomsel atau Rumah BUMN dan inkubator bisnis. Dan pada Agustus yang lalu telah dilaksanakan UMKM Digital Festival Sulteng,” tandasnya.

Catatan Metrosulawesi, bukan hanya pemerintah, untuk memajukan dan mendorong pelaku UMKM di Sulteng agar mampu mengakses pasar digital, sejumlah lembaga non pemerintahan pun giat melakukan pelatihan digitalisasi UMKM.

Pelaku UMKM di daerah ini memang butuh peningkatan kapasitas, pasalnya, berdasarkan data Diskopukm Sulawesi Tengah, hanya sekitar 100 pelaku UMKM yang telah masuk marketplace.

“Dari pembiayaan, pemda Sulteng juga telah melaksanakan MoU (kerja sama) dengan perbankan tentang pemberdayaan masyarakat melalui fasilitasi pinjaman UMKM di Sulteng,” ungkap dia.

Sementara itu, External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menyebut, Sulawesi Tengah menjadi salah satu, dari tiga provinsi yang mengalami peningkatan penjualan terbesar di marketplace Tokopedia selama pandemi.

“Ada tiga provinsi dengan peningkatan penjualan terbesar di Tokopedia selama pandemi, yaitu NTB, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan,” ungkap External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya, dalam Lokakarya bertema Digitalisasi UMKM di Masa Pandemi, baru-baru ini.

Kata dia, ada 100 juta lebih pengguna aktif Tokopedia setiap bulannya. Sementara ada 11 juta lebih penjual di platform marketplace tersebut.

Dari 11 juta pelaku usaha itu, tersedia 550 juta lebih produk dengan harga transparan.

“Dampak Tokopedia bagi UMKM selama pandemi sekitar 68,6 persen, 90 persen penjual mengalami kenaikan volume penjualan sebesar 133 persen,” kata dia.

Data itu berdasarkan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada tahun 2020.

Tokopedia sendiri memiliki misi untuk mendorong pemerataan ekonomi secara digital. Mewujudkan hal itu, Tokopedia pun melakukan kerja sama dengan pemerintah melalui sejumlah kementerian untuk mewujudkan digitalisasi UMKM & IKM.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas