SIMULASI - Sejumlah siswa di salah satu SMP saat mengikuti simulasi PTMT beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuwo mengungkapkan, Surat Edaran (SE) Wali Kota Palu tentang penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) telah terbit. Ada beberapa penyampaian penting yang disampaikan dalam surat tersebut dan harus dipahami oleh semua sekolah baik jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di Palu.

“Perlu diketahui dalam SE itu telah dijelaskan tentang Prosedur Operasional Tetap (Protap) PTMT. Adapun pengaturan protapnya sesuai dengan jenjang masing- masing sebagai berikut, untuk jenjang PAUD/TK yakni setiap kelas maksimal 30 persen dari total jumlah peserta didik di kelas tersebut, masuk pukul 08:00 hingga 10:00, pukul istirahat selama 15 menit, dengan ketentuan untuk makan dan minum di dalam kelas,” jelas Ambotuwo, melalui ponselnya, belum lama ini.

Selain itu, kata Ambotuwo, untuk jenjang SD setiap kelas maksimal 50 persen, masuk pukul 08:00-1200, begitupun waktu istirahatnya selama 15 menit untuk makan dan minum di dalam kelas.

“Sementara untuk jenjang SMP, setiap kelas dibagi dua kelampok terdiri dari kelompok A dan B. Kelompok A masuk di minggu ganjil dan Kelompok B masuk di minggu genap,” ungkapnya.

“Dengan jadwal kelas VII masuk pukul 07.30-11.00, kelas VIII masuk pukul 08.00-11.30, kelas IX masuk pukul 08.30-12.00, jam belajar direduksi yang semula 40 menit per jam menjadi 30 menit perjam. Setiap mata pelajaran dalam satu pekan hanya satu kali tatap muka, pengaturan jarak tempat duduk dan komunikasi minimal 1,5 meter,” katanya.

Selain itu kata dia, dalam implementasi PTMT pihak sekolah wajib melaksanakan koordinasi intensif dengan petugas kesehatan terdekat untuk mengajak warga sekolah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdoa.

“Kepala sekolah dan guru wajib mengawasi peserta didik untuk tidak keluar kelas selama jam sekolah. Tidak memberlakukan sanksi kehadiran kepada siswa yang kurang sehat, sakit, dan alasan lainnya, warga sekolah wajb menghindari kontak fisik langsung,” ujarnya.

Ambotuwo mengatakan, sebelum PTMT dimulai sekolah terlebih dahulu wajib melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana sekolah, minimal seminggu sekali.

“Bagi peserta didik yang tidak disiplin dengan waktu belajar yang telah ditetapkan, dan tidak mematuhi protokol kesehatan maka diberikan sanksi Belajar Di Rumah (BDR),” katnaya.

Begitupun kata Ambotuwo, bagi peserta didik yang tidak dizinkan oleh orang tua atau wali untuk mengikuti PTMT, maka tidak diwajbkan untuk bersekolah dan tetap mendapatkan layanan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Khusus untuk jenjang SMP yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas hanya diprioritaskan bagi peserta didik yang telah divaksin.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas