Najamudin Laganing. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Dana Korpri yang bersumber dari iuran pegawai negeri sipil Donggala disoal. Besaran iuran ribuan ASN Donggala bervariasi. Misalnya untuk ASN eselan II besaran iuran perbulan Rp 7.000, untuk eselon III Rp 5.000 per bulan. Selanjutnya dana iuran tersebut dimasukan ke rekening yang telah dibuka di bank BPD.

Informasi yang diperoleh wartawan dana Korpri selama ini tidak digunakan untuk kebutuhan ASN. Misalnya santunan duka bagi keluarga ASN yang meninggal dunia. Data yang diperoleh tercatat ada 20 keluarga Korpri belum menerima santunan duka.

Kepala BKPSDM Najamudin Laganing yang dikonfirmasi Kamis (21/10/2021) membantah dana korpri tidak digunakan untuk santunan duka ASN.

Menurutnya, informasi tersebut keliru dan tidak benar, karena setiap ASN yang meninggal baik itu pensiunan dan ASN aktif tetap diberi santunan duka.

Namun, Najamudin mengakui uang Korpri Rp100 juta memang benar ia gunakan untuk kepentingan dinas yang dipimpinnya.

“Kita pinjam uang Korpri Rp100 juta dan akan digantikan setelah dana CPNS dibahas dan disetujui oleh banggar DRPD Kabupaten Donggala. Setelah anggaran CPNS sudah masuk di RAPBD baru diganti. Yang keliru kalau digunakan pribadi, seperti pertanyaan kita, yang menuduh saya menggunakan dana itu,” sebutnya lagi.

Terpisah mantan Sekretaris Korpri, Beny dikonfirmasi Kamis (21/10/2021) di kantornya membantah jika dana korpri tidak digunakan untuk membayar santunan duka.

“Tidak usah ditulis-tulis itu, tidak benar, semua sudah dibayarkan. Pak sekda kemarin ketua Korpri Pak Aidil Nur, bendaharanya Darwis tapi sudah pensiun, tak usah ditulis-tulis lagi,” tutup kabag Humas.

Sementara itu Sekda Rustam Efendi mengatakan untuk tidak melibatkan dalam persoalan itu.

“Korpri belum Muskab, saya bukan ketuanya, nanti kalau saya ngotot dikatakan mau jadi ketua Korpri lagi,” singkatnya.

Sementara itu mantan ketua Korpri Aidil Nur yang dikonfirmasi via WA belum memberikan jawaban, hingga berita naik cetak.

Kepala Bank BPD Donggala Agustina mengatakan tidak bisa menginformasikan dana Korpri yang parkir di bank daerah tersebut.

“Maaf pak kalau mengenai hal tersebut kami tidak dapat menginformasikan karena sudah masuk dalam rahasia nasabah bank dan kami diatur oleh Bank Indonesia dan OJK, kalau bisa bapak bisa langsung kepada pengurus Korpri,” jawabnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas