DISITA - Barang bukti yang dipakai penambang emas ilegal di Desa Janja kini disimpan di Kejaksaan Negeri Tolitoli. (Foto: Istimewa)
  • Ditangkap Setelah Tiga Bulan Menambang

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah melimpahkan berkas kasus dugaan penambang emas ilegal yang sebelumnya sudah ditanganinya kepada penyidik Kejari Tolitoli.

Hal tersebut dibenarkan oleh kepala Kantor Kejaksaan Tolitoli Dedi Koerniawan SH saat ditemui media ini di kantornya, Jumat (8/10/2021).

Dikatakan awalnya kasus tersebut memang ditangani oleh Kejati dan telah menetapkan hanya satu orang menjadi tersangka. Namun kini penanganan perkara itu dilimpahkan ke penyidik Kasi pidum Kejari.

Hal ini dikarenakan lokasi peristiwa penangkapan tersangka yang dilakukan oleh pihak Balai Gakum KLHK dan dibantu petugas dari KPH Gunung Dako Tolitoli itu berada di wilayah Kabupaten Tolitoli.

“Sekarang kami yang menangani kasus dugaan penambag emas ilegal dan saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan di ruang kasi Pidum,” jelas Dedi Koerniawan SH.

Hal senada di benarkan oleh Kasi pidum Kejari Tolitoli Devy Cristian SH yang mengatakan berkas tersangka Pelaku dugaan penambang emas ilegal yang ditangkap di Desa Janja Kecamatan Lampasio sudah P21. Tersangka saat ini ditahan di sel selama 20 hari ditambahkan tersangka A di tahan bersama barang bukti lainnya yang berupa 1 unit eksavator,1 buah tabung gas, kompresor dan alat lainnya.

“Kami upayakan dalam waktu dekat ini berkas tersangka akan kami antar ke pengadilan Negeri (PN) bersama barang bukti untuk di hadirkan dalam persidangan nanti,” kata Kasi Pidum.

Dikatakan untuk masa persidangan perdana terhadap tersangka di PN nanti akan digelar secara terbuka dan bisa di saksikan oleh masyarakat umum.jelasnya.

Sementara itu Iskandar selaku Ketua Tim Gakkum KLKH  Sulawesi Tengah yang kala itu memimpin jalannya operasi penangkapan dugaan penambang emas tampak ilegal di Desa Janja saat ditemui di kantor Kejari Tolitoli mengatakan dari keterangan yang ia peroleh dari tersangka bahwa Eksavator Yang di pakai tersangka adalah milik PT.Ceria Alam Sentosa ( PT.CAS) dari Palu yang ia sewa per jam.

Selain itu tersangka tidak bekerja sendiri melainkan dibantu beberapa orang pekerja. Dijelaskan bahwa tersangka dalam melakukan penambangan emas sudah berjalan tiga bulan lamanya terhitung sejak akhir Juli 2021 dan baru menghasilkan 200 gram emas di lokasi tambang. 

“Kami menindaklanjuti laporan dari Dinas Kehutanan Provinsi jika di Kecamatan Lampasio ada kegiatan penambangan emas makanya kami langsung turun ke lokasi tersebut,” jelasnya.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas