PELAYANAN - Sejumlah petugas dari Disdukcapil Palu saat membuka layanan di Kelurahan Lasoani, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, melaksanakan Inovasi Simaleo Bergerak atau Sistem Mobile Pelayanan Dokumen Kependudukan yang bersih, gratis, dan praktis di sejumlah kelurahan yang di Kota Palu.

“Semua dokumen kependudukan kita layani di Kelurahan, mulai dari akte kematian, akte lahir, Kartu Keluarga (KK), KTP, dan KIA. Untuk pelayanannya dimulai dari pukul 08.00 hingga 14.00 Wita,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Palu, Fajarini, melalui ponselnya, Selasa, 19 Oktober 2021.

Fajarini mengatakan, di pelayanan mobile ini Disdukcapil sebenarnya memfokuskan kepada warga yang datanya masih nonaktif, atau data kependudukannya tidak terbaca di sistem BPJS Kesehatan, dan di lembaga pengnuna lainnya, karena masyarakat itu tidak pernah memperbarui datanya 2011 atau 2008.

“Jadi kami turun di kelurahan ini untuk memperbarui data warga tersebut, agar aktif dan dapat terbaca di sistem lembaga penguna,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Fajarini, sasaran Disdukcapil adalah data masyarakat yang tidak aktif. Tetapi karena layanan ini dibuka secara umum, maka disilahkan bagi warga yang mengurus dokumen kependudukan lainnya akan tetap dilayani.

“Namun fokus kita kemarin sebelum turun ke lapangan adalah mengaktifkan data masyarakat yang nonaktif. Kami juga sudah menyurat ke pihak kelurahan dengan memberikan nama-nama masyarakat yang nonaktif. Jadi harapnya kelurahan bisa mengumumkan data tersebut, sehingga warganya bisa datang ke kantor kelurahan untuk dilayani terkait pengaktifan data,” jelasnya.

Fajarini mengatakan, khusus di Kelurahan Tondo misalnya ada sebanyak 851 data warga yang nonaktif. Namun saat dibuka pelayanan di kelurahan tersebut, justru yang datang bukan warga yang datanya tidak aktif, melainkan warga mengurus dokumen lainnya.

“Olehnya itu kami belum mengetahui alasannya, apakah masyarakat yang datanya nonaktif ini sudah pindah atau seperti apa. Maka dari itu kami berharap, pihak kelurahan proaktif menyampaikan kepada warganya, karena surat kami sudah lama disampaikan, sejak satu bulan lalu,” ungkapnya.

Hal tersebut, kata Fajarini, tidak menjadi masalah bagi tim Disdukcapil, bagi warga yang datang mengurus dokumen kependudukan semuanya akan dilayani.

“Yang jelas program ini akan berlanjut terus hingga di semua kelurahan, dan kami sejauh ini sudah sekitar enam kelurahan kami buka layanan, dan dalam sehari yang turunya itu dua tim,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas