Home Sulteng

Kasus Covid di Sulteng Menurun

7
Farida Lamarauna. (Foto: Dok DKIPS)

Palu, Metrosulawesi.id – Tren penurunan konfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Sulteng terus berlanjut. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DKIPS) Provinsi Sulteng mencatat pasien terkonfirmasi pada April 2021 tinggal 1.013 kasus.

“Alhamdulillah, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Tengah terus menurun,” ungkap Kepala DKIPS Provinsi Sulteng, Hj Faridah Lamarauna, Senin, 3 Mei 2021.

Faridah merincikan pada Januari 2021, angka pasien positif corona di daerahnya tembus 4.727 kasus. Sebulan kemudian pada Februari, terjadi penurunan drastis tinggal 2.232 kasus konfirmasi positif Covid-19.

Penurunan tersebut berlanjut pada Maret, tinggal 1.278 kasus dan terus berlanjut pada April, konfirmasi positif corona tinggal 1.013 kasus. Untuk pasien sembuh pada Januari 2021, mencapai 3.314 orang, Februari 3.167 orang, Maret 2.014 orang, dan April 984 orang.

Saat ini masih terdapat pasien yang sedang dalam perawatan hampir di semua kabupaten/kota se-Sulteng. Untuk Kota Palu dalam perawatan 1213 pasien, Donggala 26 pasien, Sigi 14 pasien, Parimo 186 pasien, Poso 37 pasien, Tojo Unauna 10 pasien, Banggai 18 pasien, Banggai Kepulauan 2 pasien, Tolitoli 16 pasien, Morowali 30 pasien, Morowali Utara 34 pasien, dan yang tertinggi Buol 179 pasien.

Faidah mengharapkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona dan bersama-sama menyukseskan vaksinasi Covid-19. Terkait vaksinasi, sebelumnya Ahli Epidemiologi, Prof Juhaeri Muchtar Ph.D, mengingatkan masyarakat yang telah divaksin Covid-19 agar tetap memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Perlu saya ingatkan vaksinasi bukan akhir dari segalanya karena kita belum tahu kapan herd immunity (kekebalan tubuh) bisa tercapai,” ucap Prof Juhaeri saat menjadi narasumber General Lecture Series (GLS) atau seri kuliah umum ke-11 Eurasia Foundation FKIP Untad melalui zoom meeting, Rabu, 28 April 2021.

Guru besar The University of North Carolina Chapel Hill Amerika Serikat (AS) itu mengatakan protokol kesehatan masih wajib diterapkan dengan menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Prof Juhaeri menyebut keterbatasan stok vaksin juga harus menjadi perhatian dengan kebutuhan yang harus terpenuhi. Diperkirakan saat ini ada delapan miliar penduduk dunia yang membutuhkan vaksinasi.

“Sementara kemampuan memproduksi vaksin setahun maksimal untuk lima miliar orang saja,” ujar Prof Juhaeri.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas