Home Inspirasi

ASN Touna Pertama Bergelar Doktor, Usia Masih 32 Tahun

33
Dr. Indrawijaya Laborahima,S.Sos,M.Si. (Foto: Istimewa)
  • Dr. Indrawijaya Laborahima,S.Sos,M.Si

Palu, Metrosulawesi.id – Indrawijaya, staf di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah akhirnya menyandang gelar doktor. Gelar akademik itu diraihnya pada usia terbilang muda, masih 32 tahun.

Atas capaian tersebut, Indrawijaya tercatat sebagai ASN pertama atau saat ini satu-satunya di Pemkab Tojo Una-Una yang bergelar doktor. Dia membuktikan diri bahwa birokrat bisa terus meningkatkan pijakan kaki di tangga pendidikan sampai jenjang tertinggi.

Saya menemui Indrawijaya di Palu, Kamis 29 April 2021, satu pekan setelah promosi doktoral. Pria ini adalah putra daerah Tojo Unauna. Lahir di Ampana. Ayahnya Syaiful Bahri Laborahima dan ibu Fera Kalengkongan.

“Motivasi saya sebagai seorang ASN untuk mendapatkan predikat akademik ke jenjang yang paling tinggi yakni ingin meruntuhkan anekdot bahwa gelar akademik tidak begitu penting dalam sebuah birokrasi,” kata Indrawijaya.

Dia mengaku termotivasi berjuang mendapatkan gelar doktor karena kedua orangtuanya.

“Cita-cita terbesar saya sebagai seorang anak yakni ingin membanggakan kedua orang tua, karena saya berpendapat bahwa keberhasilan kedua orang tua ditentukan dari pencapaian dan keberhasilan anak-anaknya,” ungkap Indrawijaya.

Menurutnya, gelar akademik yang dicapainya juga tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Lahay dan Wakil Bupati Admin Lasimpala. Indrawijaya memperoleh program beasiswa pemerintah daerah.

BIODATA
Nama: Dr. Indrawijaya,S.Sos,M.Si
Lahir: Ampana, 25 Februari 1989
Pekerjaan: ASN Pemkab Tojo Unu-Una
Alamat: Jalan Pedarosi Desa Sumoli, Tojo Unauna
Istri: Charlen Caroline Katuuk
Anak: Charisa Alifa Ramadhani Laborahima
Pendidikan: S1 Ilmu Komunikasi Untad (selesai 2011)
S2 Magister Administrasi Publik Untad (selesai 2013)
S3 Ilmu Sosial Untad (2017-2021)

“Pemerintah daerah bersungguh-sunguh untuk meningkatkan kualitas birokrasi melalui jalur pendidikan mengingat birokrasi memiliki peran yang sentral untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal,” jelasnya.

Dia berharap pencapaian ini dapat dijadikan motivasi dan semangat baru bagi pembangunan daerah, terkhusus dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Semoga pengalaman dan pencapaian ini menjadi motivasi bagi teman-teman yang saat ini akan dan sedang berjuang dalam dunia pendidikan. Semoga Kabupaten Tojo Una-Una dapat terus memproduksi doktor-doktor selanjutnya,” tuturnya.

Indrawijaya menutup studi S3 setelah berhasil mempertahankan disertasinya pada sidang terbuka promosi doktoral di kampus Pascasarjana Untad pada Kamis, 22 April 2021. Mahasiswa angkatan 2017 ini menulis disertasi berjudul “Evaluasi Kebijakan Pengembangan Potensi Kepariwisataan di Kepuluan Togean Kabupaten Tojo Una-Una”.

Risetnya itu bukan hanya membawanya memperoleh gelar Doktor Ilmu Sosial, tapi sekaligus menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam membangun parisiwisata di Kepulauan Togean.

Melalui karya ilmiahnya ini, dia memaparkan berbagai data dan informasi penting tentang pariwisata Kepulauan Togean. Diulas pula soal regulasi dan berbagai masalah serta merumuskan rekomendasi untuk pengembangan ekowisata di kepulauan Togean.

Selain manfaat teoritis, secara praktis hasil risetnya dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah terutama dinas pariwisata dalam merumuskan perencanaan pariwisata sehingga mampu bersaing dangan destinasi wisata lainnya di Indonesia bahkan dunia.

“Penelitian ini juga berguna sebagai sumbangan pemikiran bagi Dinas Pariwisata dalam menentukan arah kebijakan, penetapan program kegiatan, serta pengembangan industri pariwisata,” jelas Indrawijaya dikutip dari ringkasan disertasinya.

Wujud Cinta pada Togean

Salah satu foto terbaik tentang keindahan bawah laut Kepulauan Togean yang diunggah Indrawijaya di media sosial. (Foto: Dok. Pribadi)

SELAIN sebagai ASN, Indrawijaya juga dikenal sebagai tokoh muda yang aktif membangun pariwisata Tojo Unauna melalui hobinya diving (menyelam). Dia adalah pemegang lisensi rescue dive, dua level di atas open water dan advanced.

Sebagai milenial, dia aktif mempromosikan keindahan bawah laut Kepulauan Togean melalui berbagai platform media sosial. Sejumlah foto dan video spot terbaik diunggahnya di media sosial.

“Ampana Dive Community punya program konservasi dan eksplor,” ujarnya.

Sebagai ketua Ampana Dive Community, dia menginisiasi aksi bersih-bersih pantai melalui program celengan sampah dengan sasaran pelajar pada 2020.

“Awalnya bikin sayembara, siapa yang bisa kumpulkan 100 botol ekobrik, saya kasi baju, karena saya punya toko baju. Kalau bisa kumpul 25 botol ekobrik saya kasi free makanan di kafe saya. Infomasi itu disebar melalui Facebook,” ujarnya.

Idenya itu ternyata mendapat dukungan berbagai pihak di antaranya Kejaksaan Negeri Tojo Unauna. Tak menunggu lama, segera dibentuk agen celengan sampah di Pulau Una-Una. Pemilik sebuah resort di pulau itu bersedia menjadi agen.

“Kejaksaan siap menyediakan buku tulis sebagai hadiah bagi anak yang mengumpulkan sampah,” katanya.

Selanjutnya, giliran Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) yang menyatakan dukungannya. Maka, dibuka lagi agen di Pulau Papan. Seorang guru SD di pulau itu bersedia menjadi agen tanpa harus dibayar. Saat ini, Celengan Sampah sudah punya tiga agen yakni di Ampana, Pulau Unauna, dan Pulau Papan.

Program ini menyasar anak-anak agar tertanam sejak dini tentang pentingnya menjaga laut dari sampah.

“Pantainya menjadi bersih, malah kehabisan buku hadiah,” katanya.

“Dua minggu program, Pulau Papan jadi bersih lautnya,” katanya.

Menurutnya, sampah adalah masalah serius di Togean dan berpotensi mengganggu kehidupan biota laut. Namun, sejak kehadiran Celengan Sampah, masalah sampah teratasi setidaknya di dua pulau yang memiliki agen. Pantai menjadi lebih bersih. Maka, pada Agustus-September 2020, diadakanlah lomba celengan sampah di Ampana.

Sebelumnya, pada Agustus 2019, bersama lintas komunitas dan pelajar di Tojo Una-Una pernah menggelar aksi pungut sampah di laut seputaran Ampana. Saat itu, terkumpul kurang lebih 500 kilogram sampah.

Masih upaya konservasi, pada Oktober 2019, komunitas diving yang dipimpinnya, yang beranggotakan 23 orang, terlibat dalam pengangkatan sekitar 8.000 ekor hama lipan laut di Kepulauan Togean. Jika dibiarkan, lipan laut dapat dengan cepat menghancurkan terumbu karang. Menurutnya, semua kegiatan itu tak lain bertujuan menjaga perairan Tojo Unauna, baik sebagai kawasan konservasi maupun sebagai destinasi ekowisata unggulan. Bagi Indrawijaya, itu adalah wujud cinta pada Kepulauan Togean.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas