Home Palu

Satlantas-Satreskrim Koordinasi Lacak Motor Bodong

260
Kasat Lantas Polres Palu, AKP.I Dewa Made Arda SIK. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Menindak lanjuti maraknya tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Palu, Satlantas Polres Palu berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Palu menggelar razia kendaraan bermotor.

Kasat Lantas Polres Palu, AKP. I Dewa Made Arda SIK, saat di temui di Mapolres Palu, Jumat, 8 Februari 2019, menjelaskan bahwa pelaksanaan razia itu rutin dilakukan pihaknya. Dia mengungkapkan saat razia tersebut, pihaknya menemukan kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat tanda kepemilikan alias bodong.

“Saat menggelar razia, kami menemukan kendaraan bodong. kami langsung berkoordinasi dengan Reskrim, untuk selanjutnya ditindaklanjuti,” ucapnya.

AKP. I Dewa Made Arda SIK, juga mengatakan, hal tersebut dilakukan karena banyaknya laporan terkait tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Kata dia, pasca terjadinya bencana alam beberapa waktu lalu, banyak warga kehilangan kendaraanya.

“Pasca bencana, banyak warga yang melaporkan kehilangan kendaraan. Saat kami menemukannya, kami pun langsung koordinasi dengan Raskrim, begitu juga sebaliknya, saat Reskrim berhasil mengamankan kendaraan hasil kejahatan, juga berkordinasi dengan kami untuk data kepemilikan kendaraan tersebut” tegasnya.

Dirinya juga mengungkapkan dalam razia, pihaknya sering menemukan pelanggar yang tidak melengkapi surat-surat kendaraan, dengan alasan hilang saat bencana alam.

“Banyak alasan pelanggar, surat –surat kendaraannya hilang saat bencana. Namun kami tidak langsung mempercayainya, kami melakukan penahanan kendaraan tersebut, untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kasat Lantas Polres Palu, AKP.I Dewa Made Arda SIK, mengimbau kepada masyarakat dalam berkendara, lebih disiplin, seperti melengkapi surat-surat kendaraan yakni STNK dan membawa Surat Izin Mengemudi (SIM).

Untuk pengendara motor, kata dia, gunakan helm standar untuk meminimalisir resiko saat terjadi kecelakaan.

“Jangan menggunakan knalpot yang dimodifikasi, karena dapat menggangu kenyamanan pengendara lain. Ini dilakukan demi penegakan hukum dan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Reporter: Eddy
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas