M. Bambang Syabarsyah. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu menetapkan atau mengunci data Warga Terdampak Bencana (WTB) penerima hunian tetap (huntap) pascabencana alam 28 September 2018.

Seperti yang dirincikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Palu, M. Bambang Syabarsyah, sebanyak 6.798 Kepala Keluarga (KK) WTB ditetapkan menerima huntap. Data tersebut dari hasil perhimpunan tabel skema huntap BPBD Palu per tanggal 18 September 2021.

“Data ini sudah final (akhir). Tetapi meskipun sudah terkunci, kami tetap terus memantau perkembangan proses huntap Kota Palu,” ucap Bambang kepada jurnalis Metrosulawesi di ruang kerjanya, Kamis, 21 Oktober 2021.

Pria karib disapa Bembi ini merincikan, pemilahan masing-masing KK WTB penerima huntap yaitu, Huntap Tondo I (satu) berjumlah 1.990, Huntap Tondo II (dua) sebanyak 2.942, Huntap Talise 1.529 serta Huntap Duyu di angka 337.

“Di Huntap Tondo satu itu ada 266 KK yang akan masuk ke relokasi Tondo dua, tetapi tetap mereka sudah termasuk di data induk 6.798 itu,” jelasnya.

Di samping itu Bembi membeberkan, dua titik Huntap lainnya di Kota Palu yaitu Petobo dan Balaroa tidak termasuk atau di luar data induk diatas. Hal itu karena perencanaan Huntap di Kelurahan Petobo masih terkendala akibat sengketa kepemilikan lahan. Sementara di Kelurahan Balaroa, penyintas atau KK WTB ditetapkan menerima huntap satelit (lahan huntap yang disediakan pemerintah kepada penyintas di luar penetapan lokasi gubernur) dan sebagian lainnya masukdi Huntap Duyu.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas